JPU KPK Sampaikan Jawaban Terkait Eksepsi Setya Novanto

JAKARTA — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini secara bergantian sempat membacakan jawaban lengkap sebagai tanggapan terkait eksepsi atau nota pembelaan yang sebelumnya dibacakan oleh penasehat hukum terdakwa Setya Novanto.

Sementara itu menurut penjelasan yang disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta membenarkan bahwa sebenarnya jawaban tersebut sudah disiapkan beberapa hari yang lalu oleh pihak JPU KPK, namun jawaban tersebut baru bisa dibacakan hari ini dalam persidangan.

Sementara itu persidangan lanjutan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta melaporkan bahwa persidangan dimulai pada Kamis, l pukul 09:40 WIB.  Terdakwa Setya Novanto tampak terlihat duduk dengan tenang di kursi persidangan.

Sekitar satu jam kemudian persidangan dengan agenda pembacaan jawaban JPU KPK dinyatakan selesai dan ditutup oleh Ketua Majelis Hakim pada sekitar pukul 10:45 WIB.

Dalam persidangan sebelumnya, pengacara Setya Novanto saat membacakan eksepsinya sempat memohon kepada Majelis Hakim agar mengembalikan sekuruh surat dakwaan dari pihak JPU KPK. Mereka menganggap bahwa surat dakwaan JPU KPK tersebut tidak sah karena cacat hukum.

Pihak pengacara Setya Novanto juga sempat menyampaikan permohonan kepada Majelis Hakim agar terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan dan dikeluarkan dari Rumah Tahanan (Rutan)

KPK. Pihak pengacara Setya Novanto juga sempat mempertanyakan hilangnya sejumlah nama-nama mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU KPK

Menanggapi hal tersebut, Eva Yustisia, Anggota JPU KPK mengatakan, “dalil-dalil yang ada dalam nota keberatan atau eksepsi yang sebelumnya dibacakan oleh pihak pengacara Setya Novanto secara keseluruhan sebanarnya banyak yang salah atau keliru. Salah satu eksepsi dari pihak pemgacara Setya Novanto yang dianggap keliru adalah terkait dengan persidangan pra peradilan jilid I yang sempat digelar di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.”

Menurut Eva Yustisia, pihak pengacara Setya Novanto terkesan masih terbawa atau merasa euforia karena sempat memenangkan sidang gugatan pra peradilan beberapa waktu yang lalu.

Eva juga menjelaskan bahwa pihak JPU KPK dalam membuat dan menyusun surat dakwaan tentu juga berdasarkan fakta atau bukti yang berhasil diungkap penyidik KPK.

Lanjut Eva pembuatan atau pemyusunan surat dakwaan yang dilakukan JPU KPK tersebut juga berdasarkan keterangan sejumlah saksi maupun tersangka, yang sebelumnya menjalani pemeriksaan dalam kasus perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang dilakukan oleh oleh penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta.

Yanto, Ketua Majelis Hakim sebelum mengakhiri persidangan mengatakan bahwa persidangan selanjutnya adalah mengagendakan persidangan putusan sela.

Kalau tidak ada perubahan, persidangan kembali digelar pada Kamis, 4 Januari 2018 di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Eva Yustisia (paling kanan) bersama Anggota JPU KPK lainnya-Foto: EKo Sulestyono.
Lihat juga...