Jumlah Kunjungan ke Gunung Rinjani, 79.163 Orang

MATARAM – Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah kunjungan wisatawan ke Rinjani mencapai 79.163 orang.

“Dari data TNGR, jumlah kunjungan wisatawan sampai November mencapai 79.163 orang, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara”, kata Kepala Balai TNGR, Agus Budi Santoso, di Mataram, Kamis (14/12/2017).

Kepala Balai TNGR Lombok, Agus Budi Santoso. -Foto: Turmuzi

Dengan rincian 38.315 merupakan wisatawan mancanegara dan 40.848 orang wisatawan nusantara. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tingkat kunjungan tahun 2016 yang mencapai 93.018 orang.

Agus mengaku, tidak bisa memastikan faktor terjadinya penurunan tingkat kunjungan tersebut. “Meski demikian, erupsi Gunung Agung Bali  juga turut berkontribusi mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke Gunung Rinjani, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara”, katanya.

Menurutnya, akibat erupsi Gunung Agung, banyak wisatawan yang tidak bisa terbang ke NTB akibat penutupan bandara Lombok Internasional Airpot (LIA) selama beberapa hari.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Muhammad Faozal, mengatakan, buka tutupnya bandara Lombok Internasional (LIA) dalam beberapa hari terakhir akibat erupsi Gunung Agung menyebabkan  tingkat kunjungan wisatawan, khususnya mancanegara menurun drastis.

Padahal, kata Faozal, sekarang  ini telah memasuki akhir tahun yang biasanya wisatawan sudah mulai ramai berdatangan melakukan liburan ke sejumlah objek wisata yang ada di NTB, termasuk memenuhi hunian hotel-hotel yang ada.

Ia mencontohkan, maskapai AirAsia rute Lombok-Kuala Lumpur yang sempat tertunda dalam sepekan akibat erupsi Gunung Agung, menghambat perjalanan 3.000 penumpang.

“Terhambatnya konektivitas, mengakibatkan tingkat okupansi hotel menurun hingga 42 persen, dan pembatalan pemesanan kamar juga diikuti pembatalan perjalanan wisata yang bersifat rombongan besar”, keluhnya.

Ditambahkan, sekitar 80 persen turis yang ke NTB menggunakan penerbangan, akibat erupsi Gunung Agung tidak bisa terbang dan harus tertunda, baik internasional maupun domestik.

Lihat juga...