Jumlah Rumah Tak Layak Huni di Giripeni, Berkurang

YOGYAKARTA – Meski berada tak jauh dari pusat ibukota Kabupaten Kulonprogo, tak membuat masyarakat Dusun Gunung Gempal, Giripeni, Wates, Kulonprogo, hidup serba berkecukupan. Permasalahan ekonomi masih menjadi problem utama masyarakat di dusun ini. Hal itu membuat banyak rumah-rumah warga di daerah ini yang belum layak huni. 

Namun, berkat keberadaan Posdaya Binangun Sejahtera, jumlah rumah tak layak huni di Dusun Gunung Gempal, Giripeni, Wates, kini telah jauh berkurang. Puluhan rumah warga kurang mampu dibangun dengan program bedah rumah. Berkat program Posdaya Binangun Sejahtera, kini warga pun bisa tinggal di rumah yang lebih layak.

Ketua Posdaya Binangun Sejahtera, Subadriah. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Posdaya Bingangun Sejahtera didirikan pada 2012. Posdaya Binangun Sejahtera menjadi salah satu posdaya yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Kulonprogo. Berkat berbagai program yang dijalankan posdaya ini, Dusun Gunung Gempal kini pun menjadi jauh lebih baik.

“Sejak pertama kali didirikan, Posdaya Binangun Sejahtera sampai saat ini telah berhasil memperbaiki lebih dari 50 rumah warga. Semuanya melalui program bedah rumah,” kata Ketua Posdaya Binangun Sejahtera, Subadriah.

Badriah menjelaskan, peran posdaya dalam program bedah rumah adalah sebagai jembatan penghubung antara warga dan pemerintah. Posdaya yang mengetahui secara persis kondisi warga masyarakat di dusun, menyampaikan kepada pemerintah sebagai pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan.

“Jadi, kita melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki program bedah rumah. Dari situ,  program bedah rumah itu kita salurkan kepada warga yang belum memiliki rumah layak,” jelasnya.

Selain bersumber dari santunan pemerintah maupun lembaga lain, dana program bedah rumah di Dusun Gunung Gempal juga berasal dari dana swadaya masyarakat. Temasuk berasal dari dana yang dihimpun dari keuntungan koperasi di tingkat dusun maupun desa. Dana itulah yang kemudian dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan bangunan bagi pembangunan rumah-rumah warga.

“Proses pembangunan rumah warga lewat bedah rumah itu dilakukan dengan prinsip gotong-royong. Jadi, semua warga baik yang menerima program bedah rumah atau tidak, bergotong-royong bersama membangun rumah secara bergantian, hingga rumah berdiri,” jelasnya.

Badriah mengatakan, meski saat ini masih ada sejumlah warga yang rumahnya belum layak, namun kondisi lingkungan dusunnya telah jauh lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya. Selain jumlah rumah tak layak huni semakin berkurang, berbagai sarana seperti jalan, drainase hingga sanitasi rumah-rumah warga juga semakin baik.

“Sebelum ada posdaya, banyak sekali rumah tak layak huni di dusun ini. Namun, sekarang hanya tinggal beberapa saja,” pungkasnya.

Lihat juga...