Juni Opec Umumkan Strategi Keluar Dari Pemotongan Minyak

ABU DHABI – Produsen minyak OPEC dan non-OPEC berencana untuk mengumumkan sebuah strategi keluar dari pemotongan pasokan global pada Juni tahun depan. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, produsen-produsen minyak memotong pasokan sekitar 1,8 juta barel per hari. 

Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail bin Mohammed al-Mazroui menyebut, rencana tersebut tidak berarti menandakan bahwa kesepakatan yang sudah ada akan berakhir pada saat pengumuman disampaikan.

Mazroui mengatakan terlalu dini untuk membicarakan tentang bentuk atau wujud strategi keluar tersebut sebelum Juni. Pada saat itu OPEC, Rusia dan produsen minyak lainnya yang berpartisipasi dalam kesepakatan pengurangan pasokan untuk meningkatkan harga minyak akan menggelar pertemuan.

“Kami akan mengumumkan sebuah strategi dalam pertemuan bulan Juni. Itu tidak berarti kita akan keluar pada Juni. Itu berarti kita akan menghasilkan strategi baru. Mudah-mudahan pasar akan berada dalam posisi yang jauh lebih baik bagi kami untuk datang dan mengumumkan strategi keluar,” katanya di Abu Dhabi, Senin (11/12/2017).

Menteri Perminyakan Kuwait Essam al-Marzouq mengatakan, bahwa OPEC dan produsen minyak lainnya sebelum Juni akan mempelajari kemungkinan strategi keluar dari kesepakatan global.

“Saya pikir kesepakatan itu telah berjalan dengan sempurna. Kami sangat optimis dengan pertumbuhan tahun depan, baik pertumbuhan ekonomi dunia maupun pertumbuhan permintaan, akan selalu melakukan yang terbaik untuk pasar,” kata Mazroui pada Minggu (10/12/2017).

Rusia, yang tahun ini mengurangi produksi secara signifikan dengan OPEC untuk pertama kalinya, telah mendorong sebuah pesan yang jelas tentang bagaimana cara keluar dari pemotongan. Upaya tersebut bertujuan menjadikan pasar tidak segera mengalami defisit terlalu cepat, harga tidak reli terlalu cepat dan pesaing perusahaan-perusahaan minyak seperti AS tidak meningkatkan produksi lebih lanjut.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, bahwa terlalu dini untuk membicarakan kemungkinan keluar dari kesepakatan tersebut, dan penarikan akhirnya harus dilakukan secara bertahap. “Mungkin diperlukan waktu antara tiga hingga enam bulan untuk keluar dari kesepakatan tersebut, tergantung pada keadaan pasar minyak global dan permintaan minyak mentah,” sebutnya.(Ant)

Lihat juga...