Kapolresta Bandarlampung Imbau Warga Tidak Bermain Petasan

BANDARLAMPUNG — Warga Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung diimbau untuk tidak bermain petasan saat malam pergantian tahun 2017 menuju 2018 karena bisa mengganggu kenyamanan.

“Saya imbau kepada warga untuk tidak bermain petasan, khususnya di lingkungan yang padat penduduk,” kata Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono, di Bandarlampung, Minggu.

Dia mengatakan, jajarannya telah melakukan razia ke sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat peredaran petasan.

Imbauan ini diberikan sebagai bentuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat khususnya malam tahun baru. “Karena di lingkungan anda pasti banyak orang tua, jika mendengar petasan bisa kaget dan itu yang tidak diinginkan,” katanya lagi.

Ia mengharapkan para remaja tidak bermain petasan terutama di lingkungan rumah dan permukiman warga, agar tidak mengganggu masyarakat setempat.

Secara terpisah, Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menggelar razia petasan dan juga minuman keras.

“Dampak dari petasan itu bisa membahayakan warga atau membuat terluka, sehingga kita imbau jangan sampai ada yang bermain petasan,” kata dia.

Imbauan ini menanggapi adanya korban akibat petasan di beberapa wilayah, sehingga untuk Kota Bandarlampung diharapkan jangan sampai ada yang terkena dampaknya.

Menurut Herman, jika ingin bermain kembang api dipersilakan, tapi harus di tempat terbuka. “Jangan sampai mengganggu kenyamanan warga lain pada malam pergantian tahun,” kata dia lagi.

Parkir Sembarangan Selain itu, bagi pengguna dan pemilik kendaraan bermotor khususnya mobil yang parkir sembarangan pada malam tahun baru di wilayah Kota Bandarlampung akan diderek sebagai bentuk efek jera karena menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

“Kami menyiapkan mobil derek berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Lampung,” kata Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono pula.

Dia mengatakan, tindakan itu dilakukan sebagai bentuk upaya kelancara lalu lintas yang disinyalir akan padat di malam tahun baru.

Ia melanjutkan, pada malam tahun baru akan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas. “Karena malam tahun baru akan ramai arus lalu lintas, ada “car free night” dan “free food” di pusat kota,” katanya pula.

Menurutnya, Polresta Bandarlampung mendukung Ditlantas Polda Lampung dengan menyiapkan mobil derek.

Ia menegaskan bahwa mobil yang diparkir sembarangan bisa menyebabkan kemacetan, sehingga pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung.

Kasatlantas Polresta Bandarlampung Kompol Syourzananda Mega mengatakan akan memberlakukan buka tutup serta pengalihan arus lalu lintas pada malam tahun baru di wilayah Kota Bandarlampung.

“Mulai tanggal 31 Desember 2017 pukul 15.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB tanggal 1 Januai 2017 seluruh kendaraan besar tidak boleh masuk ke dalam Kota Bandarlampung,” kata dia pula.

Dia mengatakan, sebanyak 125 personel Satlantas Polresta Bandarlampung akan ditempatkan di Tugu Adipura dan Transmart serta perempatan Lungsir.

Sedangkan untuk mengatasi kemacetan di kawasan objek wisata pantai akan diberlakukan buka tutup arus lalu lintas khususnya wilayah perbatasan Bandarlampung-Kabupaten Pesawaran.

Terkait hal ini tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung Iskandar mendukung langkah kepolisian dalam menderek mobil yang diparkir pada bahu jalan.

“Akan kami dukung dengan menurunkan 100 personel Dinas Perhubungan yang akan membantu mengatur lalu lintas,” katanya pula.

Ia mengatakan, petugas tersebut akan mengatur arus lalu lintas dari arah Jalan Diponegoro ke Jalan MH Thamrin, dari Jalan Sudirman ke Jalan HS Cokroaminoto, dan Jalan S Parman tidak bisa.

Pihaknya juga akan fokus mengatur lalu lintas di sekitar Tugu Adipura serta jalan layang depan Mal Boemi Kedaton. [Ant]

Lihat juga...