Karantina Ikan Amankan Ikan Patin Berdokumen Palsu

LAMPUNG – Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung wilayah kerja Bakauheni berhasil mengamankan upaya pengiriman dua unit kendaraan berpendingin berisi sebanyak 3.000 box dengan berat 30 ton komoditas perikanan jenis fillet ikan patin berasal dari Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Catur S.Udiyanto fillet ikan patin (pangasius sp) tersebut ditemukan dalam dua buah kendaraan truk diantaranya kendaraan benomor polisi B 9671 BEU dan truk bernomor polisi B 9844 BEU.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Enrico D. Sidauruk (tengah) dan penanggung jawab kantor stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan kelas I Lampung wilker Bakauheni, Catur S. Udiyanto (kiri) seusai pemeriksaan komoditas fillet ikan patin tanpa dokumen. [Foto: Henk Widi]
Pengungkapan pengiriman komoditas fillet ikan patin tersebut diakui Catur dilakukan saat petugas stasiun karantina ikan wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni melakukan operasi rutin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Satgas Kodim 0421/LS,Sub Denpom II/3-II yang melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di pintu masuk pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Saat diperiksa dua kendaraan ekspedisi dari Batam Provinsi Kepulauan Riau tujuan pelabuhan Muara Baru Jakarta tersebut diketahui dikirim tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

“Saat diperiksa petugas karantina ternyata surat yang dibawa oleh pengemudi hanya surat jalan dan surat karantina ikan. Selanjutnya diteliti ulang surat yang ditemukan ternyata palsu berbentuk fotocopy tanpa ada tanda tangan pejabat berwenang karantina ikan untuk perlalulintasan komoditas perikanan antarpulau,” terang Catur S. Udiyanto selaku penanggungjawab kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung wilayah kerja Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (20/12/2017).

Catur menyebut dalam dokumen yang dibawa oleh pengemudi seharusnya ada sertifikat kesehatan ikan dan produk perikanan domestik keluar (KI-D2) sesuai dengan persyaratan karantina ikan dan tidak membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Saat diperiksa pengemudi bernama Awang dan Heri hanya bisa memperlihatkan surat jalan bernomor 080 tertanggal (17/12) sebanyak 1.526 box fillet ikan patin dan surat bernomor surat jalan nomor 081 tertanggal (17/12) sebanyak 1.474 box fillet ikan patin dengan total 30 ton fillet ikan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, fillet ikan patin yang diduga barang impor dari Vietnam tersebut selanjutnya akan diperiksa terkait kandungan bahan pengawet yang ada di dalam fillet ikan patin melalui pemeriksaan laboratorium di kantor SKIPM Bandarlampung. Sekaligus penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui ikan tersebut merupakan ikan lokal atau ikan impor.

Upaya tersebut dilakukan untuk tindakan selanjutnya jika terbukti mengandung zat berbahaya maka komoditas fillet ikan patin yang merupakan komoditas ikan air tawar tersebut akan dimusnahkan.

Terkait pengamanan komoditas perikanan hasil koordinasi karantina ikan dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Ajun Komisaris Polisi Enrico Donald Sidauruk menyebut, pemeriksaan kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni memang semakin ditingkatkan seiring dengan meningkatnya arus penyeberangan pada saat liburan jelang Natal dan Tahun Baru.

AKP Enrico Donald Sidauruk menyebut, menjelang libur Natal pengamanan dilakukan oleh jajaran kepolisian dengan peningkatan pengamanan di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Apalagi dengan adanya peningkatan arus penyeberangan dikhawatirkan akan ada oknum tak bertanggungjawab memanfaatkan situasi.

“Fokus pengamanan kita tentunya di pintu pembelian tiket kendaraan, ruang tunggu, ruang istirahat dan juga loket pembelian tiket pelabuhan Bakauheni,” terang AKP Enrico Donald Sidauruk.

Peningkatan pengamanan tersebut salah satunya dengan adanya operasi lilin Krakatau untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru dan juga dengan adanya pos pelayanan (Posyan) yang diperkuat oleh personil gabungan anggota Polres Lampung Selatan serta KSKP Bakauheni.

Proses pemeriksaan box berisi fillet ikan patin dalam mobil berpendingin asal Batam Provinsi Kepulauan Riau. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...