Kebun Sayur, KWT Agropolitan Mekar Hijau Sleman Tak Terpengaruh Fluktuasi Harga Pasar

156

YOGYAKARTA — Berawal dari kebersamaan menjaga lingkungan sekitar, sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Agropolitan Mekar Hijau di Dusun Guyangan, Nogotirto, Godean, Sleman berhasil mengembangkan lahan pekarangan di dusun mereka menjadi kebun bibit sayur dan tanaman herbal.

Selain berfungsi untuk pemenuhan gizi keluarga, adanya kebun ini juga membuat membuat mereka tidak lagi tergantung dan terpengaruh pada fluktuasi harga komoditas sayur mayur di pasaran. Tak hanya itu saja, keberhasilan memanfaatkan dan mengelola pekarangan, membuat mereka meraih berbagai prestasi.

Bahkan mereka kerap kali dikunjungi berbagi tamu mulai dari siswa SD hingga lingkup pemerintahan untuk bejalar mengenai lingkungan, tanaman sayur dan herbal hingga pemberdayaan warga.

“Awalnya dulu kita hanya ibu-ibu PKK yang berupa menjaga kondisi lingkungan, guna mencegah berbagai penyakit seperti demam berdarah. Dari situ kita mulai menanam sayur mayur dan tanaman herbal di tiap pekarangan rumah. Ternyata manfaatnya sangat besar, hingga terbentuklah KWT pada 2013,” ujar Ketua KWT Agropolitan Mekar Hijau, Sutanti.

Memiliki demplot kebun bibit sayur dan tanaman herbal, mereka secara rutin memproduksi berbagai macam jenis sayur mayur dan tanaman herbal setiap bulannya. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sehari-hari, mereka juga menjual bibit tersebut sehingga mendapatkan penghasilan tambahan.

“Hasil dari penjualan bibit sayur dan tanaman herbal itu kita tabung. Nanti kita buka setiap setahun sekali. Selain itu kita juga mendapatkan penghasilan tambahan dari membuat olahan makanan hasil budidaya sayur dan tanaman, seperti pepes daun kelor, sup lidah buaya, jus buah naga dan sebagainya,” katanya.

Berkesempatan mengunjungi Dusun Guyangan, Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi SE, yang karib disapa Titiek Soeharto, mengapresiasi apaya yang telah dilakukan ibu-ibu KWT Agropolitan Mekar Hijau.

Titik Soeharto mendorong setiap ibu-ibu rumah tangga agar tidak sekedar berpangku tangan dan hanya berada di rumah tanpa melakukan apa-apa. Namun harus berdaya dan mandiri, dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat baik untuk keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Ibu-ibu jngan hanya berpangku tangan, dan mengandalkan bantuan pemerintah saja. Harus bisa mandiri dan bergerak secara swadaya. Seperti ibu-ibu di sini yang justru ikut membantu pemerintah dengan memanfaatkan pekarangan dan memproduksi sayur sendiri tanpa tergantung komoditas pasar,” katanya.

Titiek Soeharto berharap agar apa yang telah dilakukan KWT Agropolitan Mekar Hijau dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya ataupun kelompok lain. Ia juga mendukung rencana KWT Agropolitan Mekar Hijau yang ingin mendirikan taman edukasi sebagai pembelajaran.

Selain dapat menularkan ilmu dan mengenalkan berbagai macam manfaat tanaman, adanya taman edukasi inj juga akan menumbuhkan ekonomi warga.

“Dengan banyaknya tamu yang berkunjung untuk belajar, maka dusun akan terkenal. Warung-warung dan usaha warga juga akan hidup. Dengan begitu ini juga akan dapat menambah pemasukan bagi seluruh warga dusun,” katanya.

Selain memberikan bantuan berupa modal pengembangan usaha, dalam kesempatan itu Titiek Soeharto juga memberikan bantuan berupa bibit ikan nila dan bibit tanaman pohon produktif pada KWT Agropolitan Mekar Hijau.

Bibit pohon nangka, yang diharapkan dapat ditanam di setiap pekarangan rumah warga untuk memenuhi kebutuhan nangka sebagai bahan baku utama kuliner gudeg di Yogyakarta.

Titiek Soeharto menebar benih ikan nila di Dempot Kebun Bibit KWT Agropolitan Mekar Hijau di Dusun Guyangan, Nogotirto, Godean, Sleman-Foto; Jatmika H Kusmargana.
Lihat juga...
1 Komen
  1. Budi berkata

    Mantab Mbak Titiek, mendorong ibu-ibu RT agar lebih berdaya dan mandiri. ibu-ibu yg berkarya otomatis akan berpengaruh terhadap anak2nya…sehingga generasi bangsa bisa maju…dan yang dicontohkan KWT Agropolitan Mekar Hijau perlu disupport krn tentu menjadi contoh bagi daerah lain…

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.