Kebutuhan Air Meningkat, Pemkot Balikpapan Jajaki Telaga Semoy

BALIKPAPAN – Terbatasnya ketersediaan air bersih yang dimiliki PDAM Kota Balikpapan menjadi hal yang harus dicermati, mengingat kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan mendasar untuk masyarakat Balikpapan. Apalagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat terus meningkat setiap tahun, seiring dengan bertumbuhnya pemukiman di kota minyak.

Berdasarkan proyeksi Master Plan PDAM tahun 2017, kebutuhan air baku seharusnya adalah 1.900 l/dt namun air baku yang tersedia saat ini baru 1.450 l/dt. Salah satu sumber air bersih yang tengah dikaji yakni pasokan air baku di Sungai Tengin, Semoy Penajam Paser Utara (PPU) yang diperkirakan memiliki kapasitas 1000 liter per detik.

Wali Kota Rizal Effendi menuturkan, pemanfaatan air di Telaga Semoy Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini masih dalam penjajakan dan kajian kelayakan kapasitas air, yang penting dilakukan untuk memastikan debit air yang ada.

“Saat ini masih didalami kajian oleh tim jika layak memungkinkan dilakukan melalui bisnis to bisnis. Kita evaluasi dulu dan kita lihat dulu debit airnya,” katanya Kamis (21/12/2017).

Dia mengaku, kebutuhan air bersih untuk masyarakat selalu diupayakan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Pada tahun ini salah satunya waduk Teritip yang tinggal menyisakan pembangunan IPA, diharapkan akhir 2018 sudah dapat beroperasi dengan kapasitas 250 liter/detik.

“Upaya lainnya pemkot juga sedang mempersiapkan lelang proyek desalinasi air laut. Mudah-mudahan Februari pas HUT kota sudah diketahui pemenang lelang,” terangnya.

Sedangkan pada peningkatan pelayanan, lanjut Rizal, penambahan sambungan baru di tahun 2017 sebanyak 2.292 SR dan realisasi pemasangan sambungan baru melalui program Minat Program Hibah Air Minum APBN Tahun 2017, yang diterima dan memenuhi syarat secara teknis ataupun administrasi sebanyak 813 pemasangan sambungan rumah.

Selain itu uji coba dari wilayah PPU, Rizal menambahkan, melakukan pembebasan lahan untuk embung Aji Raden. “Tanah kita nanti merupakan investasi bendungan oleh pusat. Karena itu kita akan membebaskan 50 hektar. 2017 sudah 7 hektar dan dilanjutkan 2018. Ini masuk skala prioritas,” tukasnya.

Pihaknya berharap dengan upaya-upaya yang dilakukan di tahun 2017 dan rencana tahun 2018 akan sesuai target dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat Balikpapan.

Waduk Manggar salah sumber air bersih untuk Kota Balikpapan. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...