Kejari Maumere Fokus Berantas Korupsi

MAUMERE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere, telah melakukan penyelidikan dan penyidikan, guna mengungkap berbagi kasus korupsi di kabupaten Sikka, termasuk tiga kasus korupsi yang sedang ditangani.

“Sudah ada penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi seperti dana bencana yang diduga dikorupsi oleh mantan kepala BPBD Sikka bersama bendaharanya. Kepala desa Runut, kecamatan Waigete, yang melakukan korupsi uang negara sebesar 138 juta rupiah lebih juga sudah disidangkan dan dipenjara,” sebut Azman Tanjung, SH., Kepala Kejaksaan Negeri Maumere.

Aktivis antikorupsi dan mantan aktivis mahasiswa di Sikka, Yohanes Kia Nunang, S.IK. -Foto: Ebed de Rosary

Saat ditanyai Cendana News saat aksi pembagian stiker dan pin anti korupsi, Jumat (8/12/2017), Azman menyebutkan, ada juga tindak pidana penyalahgunaan dana Anggur Merah yang sedang ditangani.

“Sementara ini, kami masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, mungkin nanti dalam tahap penuntutan kami akan sampaikan jumlah dana yang disalahgunakan oleh tersangka,” ungkapnya.

Kejari Maumere, beber Azman, telah menerima perhitungan kerugian negara dari ahli Politeknik Negeri Kupang yang menjelaskan tentang jumlah kerugian negara. Saksi ahlinya telah diperiksa dan akan menjadi alat bukti bagi Kejari Maumere di pengadilan.

Terkait kasus rumah pengungsi Palue di pulau Kojagete, terangnya, BPBD Sikka mengajukan pembangunan rumah bagi pengungsi sebanyak 378 rumah. Sedangkan yang dibangun hanya 150 rumah. Sisanya tidak dibangun, sehingga Kejari Maumere melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan atas perbuatan tersebut.

“Sementara itu terkait penyalahgunaan dana desa sebesar 379 juta rupiah oleh kepala desa Runut juga sudah ada auditnya dari Inspektorat kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Terkait kegiatan pembagian stiker dan pin, jelas Azman, merupakan sebuah ajakan kepada masyarakat secara moril untuk menghindari perbuatan serta ajakan untuk tidak bersekongkol melakukan perbuatan korupsi.

Staf Kejari Maumere memasang stiker anti korupsi pada kaca mobil di beberapa titik lampu merah di kota Maumere.

Mantan aktivis anti korupsi, Yohanes Kia Nunang, S.IK., kepada Cendana News menegaskan, kejaksaan negeri Maumere harus segera menuntaskan kasus yang belum diselesaikan selama ini, seperti kasus korupsi dana alat kesehtan (Alkes), dana bantuan pengungsi Palue, kasus korupsi dana Bansos, kasus pasar Alok dan beberapa kasus korupsi lainnya.

Kejaksaan Maumere, kata alumni UNIPA Maumere program studi Komunikasi ini, juga harus harus konsisten dalam tugasnya memberantas korupsi. Tidak boleh tebang pilih.

“Pemberantasan korupsi merupakan program utama Presiden Jokowi dan jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Untuk itu, Kejari Maumere harus profesional dalam menjalankan tugasnya sesuai undang-undang dan kewenangan yang diberikan,” tegasnya.

Dikatakan Kia Nunang, sebagai pribadi dirinya sepakat koruptor harus dihukum mati, agar memberikan efek jera. Korupsi merupakan penyakit kronis yang sudah menggerogoti bangsa ini, sehingga penanganannya pun harus ekstra, agar semakin banyak kasus korupsi yang diungkap.

Lihat juga...