KEK Mandalika, Prioritas Pengembangan UMKM

MATARAM – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Selain sebagai daerah kawasan wisata, dengan keberadaan KEK Mandalika, NTB juga memiliki banyak UMKM dengan berbagai produk unggulan yang dihasilkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Rosiady Sayuti di Mataram, Rabu (13/12/2017).

Menurut Rosiady, atas pertimbangan itulah, wajar kemudian Provinsi NTB menjadi salah satu daerah prioritas dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UMKM.

Hasil produksi UMKM di NTB. Foto: Turmuzi

Selain itu, dari sisi potensi ekonomi dari keberadaan UMKM yang disandingkan dengan sektor pariwisata juga cukup potensial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat kawasan wisata.

“Hanya saja memang masih diperlukan pembinaan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas dan produktivitas produk yang dihasilkan, supaya bisa memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran,” katanya.

Sebelumnya, menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi saat meresmikan KEK Mandalika Lombok beberapa waktu lalu, terkait pengembangan UMKM di NTB, Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, meninjau langsung geliat UMKM masyarakat KEK Mandalika.

Kunjungan tersebut untuk memastikan sekaligus menjaring masukan dari pemerintah daerah maupun pihak ITDC terkait kawasan yang akan dikembangkan menjadi pusat penjualan hasil industri kreatif masyarakat, mengingat NTB merupakan salah salah satu daerah prioritas pengembangan UMKM.

“NTB merupakan satu dari empat kawasan yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai kawasan prioritas pengembangan UMKM, karena itu pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah proaktif untuk mendorong peningkatan UMKM tersebut,” paparnya.

Selain pembinaan dan pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM maupun produk yang dihasilkan, pihaknya juga akan segera mendorong pembiayaan bagi UMKM yang sudah terdaftar di ITDC dan akan mendapatkan lokasi yang disewa bagi usaha tersebut.

Puspayoga juga menekankan bahwa masyarakat sebagai penggerak utama usaha tersebut perlu diberikan pemahaman cara marketing yang baik.

Mengingat, selama ini yang sering tampak, penjual lari mengejar pembeli. Cara semacam itu perlu diubah dengan pola penjualan yang ramah dan penuh senyuman. Sehingga wisatawan yang datang bisa merasa nyaman.

“Sebagai daerah yang mengusung wisata halal, tentu para wisatawan tidak hanya berasal dari Timur Tengah atau beragama Islam sehingga masyarakat harus disiapkan untuk menerima para wisatawan dengan berbagai latar belakang tersebut,” tegasnya.

 

Lihat juga...