Kementan Dorong Percepatan Tanam Padi di Ciamis

Editor: Koko Triarko

64
Gerakan Percepatan Masa Tanam yang dilakukan Tim UPSUS Provinsi Jawa Barat di Area Pesawahan Gapoktan Sawah Lega II Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. -Foto: Baehaki Efendi

CIAMIS – Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah fokus mendorong upaya peningkatan produksi atau swasembada pangan strategis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong para petani untuk mempercepat poses penanaman padi.

Langkah ini dilakukan menyusul kondisi saat ini telah memasuki musim penghujan, sehingga  dinilai sangat cocok untuk melakukan proses penanaman bibit padi di lahan yang dimiliki oleh para petani.

“Proses percepatan olah tanam, terutama di lahan pertanian, yang sebelumnya sempat dilanda musim kemarau, harus segera dilakukan. Pasalnya, saat ini musim penghujan telah tiba, dan sangat mendukung untuk dilakukannya masa tanam. Target kami adalah swasembada pangan di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Ciamis, tercapai”, ungkap Ir. Banun Harpini, M.Sc., Staf Ahli Kementerian Pertanian yang juga sebagai Penanggungjawab Program Upaya Khusus (UPSUS) di wilayah Provinsi Jawa Barat, saat kegiatan Gerakan Percepatan Tanam di area pertanian Gapoktan Sawah Lega II, Dusun Pamarican, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).

Pada waktu musim kemarau kemarin, lanjut Banun, para petani yang lahan pertaniannya terkena dampak kekeringan tidak bisa bercocok tanam. Dan, pada saat ini, musim penghujan telah datang, para petani wajib dan segera melakukan kegiatan cocok tanam, sehingga target swasembada pangan yang digalakan akan tercapai.

Banun mengajak dan mendorong kepada para petani di wilayah Kabupaten Ciamis, untuk segera melakukan kegiatan percepatan tanam padi, sehingga di musim penghujan ini para petani bisa kompak dan serempak dalam melakukan penanaman.

“Target kita adalah produktivitas padi bisa mengalami peningkatan, dan para petani bisa mendapatkan hasil yang maksimal”, katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ir. Hj. Kustini, mengatakan pihaknya saat ini sedang berupaya untuk mempertahankan wilayah Kabupaten Ciamis sebagai salah satu daerah yang surplus padi, sehingga bisa menopang kebutuhan padi di wilayah lain.

“Di Kabupaten Ciamis, dinas pertanian menargetkan penghasilan padi sejak Januari – Desember 2017 ini sebanyak 470.000 ton. Dan, hingga saat ini baru tercapai 460.000 ton. Sisanya sekitar 10.000 ton, mudah-mudahan tercapai hingga akhir bulan ini,” katanya.

Karennya, lanjut Kustini, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui dinas pertanian saat ini sedang berupaya melakukan langkah-langkah pencapaian target tersebut, di antaranya adalah kegiatan percepatan masa tanam yang dilakukan seperti sekarang ini.

Komentar