Kenali Profesi Transportasi, Siswa SD Terpukau Lihat Pesawat

Editor: Satmoko

259
Guru kelas 5 SD Maria Assumpta Klaten, Heny Kuswardani. Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Sejumlah siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Maria Assumpta Klaten, nampak begitu antusias menyaksikan sejumlah pesawat yang ada di Lapangan Udara (Lanud) Adisucipto, Yogyakarta.

Mereka begitu terpukau melihat secara dekat sejumlah pesawat TNI termasuk pesawat akrobatik Jupiter KT1B yang melegenda.

Tak hanya sekedar melihat, para siswa juga berkesempatan merasakan menaiki pesawat, layaknya seorang pilot. Namun bukan menaiki pesawat langsung, melainkan melalui sebuah mesin simulasi pesawat yang biasa digunakan untuk berlatih para calon pilot TNI AU.

“Ini baru pertama kali saya lihat pesawat secara langsung. Termasuk mencoba menjadi pilot lewat alat simulasi. Asyik sekali. Jadi tambah pengalaman baru,” ujar salah seorang siswa kelas 5, Citra, Kamis (7/12/2017).

Hal senada juga diungkapkan siswa lainnya, Regina. Gadis satu ini mengaku menjadi lebih paham mengenai profesi seorang pilot. Termasuk mengenal jenis-jenis pesawat yang begitu beragam serta fungsi dan pemanfaatannya. “Berkesan sekali, suatu saat ingin kembali ke sini,” ujarnya.

Sejumlah siswa siswi SD Maria Assumpta Klaten mencoba alat simulasi pesawat di salah satu ruang Lapangan Udara Adisucipto Yogyakarta. Foto: Jatmika H Kusmargana

Guru kelas 5 SD Maria Assumpta Klaten, Heny Kuswardani, mengatakan, sejumlah siswa berkunjung ke Lapangan Udara TNI AU dalam rangka kegiatan outing class atau belajar di luar kelas. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan siswa secara langsung teori yang telah diajarkan sekolah.

“Kita ke sini untuk mengajak siswa belajar mengenai berbagai macam profesi di bidang transportasi. Salah satunya pilot. Diharapkan melalui kegiatan ini siswa lebih mengenal berbagai hal yang tidak diajarkan di sekolah,” katanya.

Selain mengunjungi Lapangan Udara Adisucipto, siswa siswi SD Maria Assumpta juga mengunjungi Stasiun Tugu Yogyakarta untuk mengenal berbagai jenis kereta serta profesi seorang masinis. Kunjungan terakhir dilakukan di Museum Jogja Kembali (Monjali) untuk melihat sejarah perjuangan para pahlawan khususnya di Yogyakarta.

“Ada 41 anak yang ikut dalam kunjungan ini. Seluruhnya merupakan siswa kelas 5. Dengan melakukan kegiatan di luar sekolah, anak-anak diharapkan juga dapat mengasah ketrampilan bahasa mereka. Termasuk mengasah rasa keingintahuan dan keberanian anak untuk bertanya,” pungkasnya.

Salah seorang siswa yang terpukau saat lihat pesawat. Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar