Keong Mas TMII, Wahana Favorit Pengunjung

JAKARTA — Meskipun cuaca mendung, tak menghalangi minat Lala Khusnul mengajak Laela, putrinya untuk jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Theater IMAX Keong Mas TMII menjadi tujuan keduanya.

Lala mengaku, TMII memang tujuan favorit keluarganya. Bukan untuk sekedar rekreasi tapi juga mengenal budaya bangsa.

“Kami tadi nonton film ‘juorney to the south pacific’, bagus sekali. Saya pribadi kagum dengan kehidupan anak-anak pantai di Papuan yang begitu harmonis,” kata Lala kepada Cendana News, ditemui di halaman Theather IMAX Mas TMII, Minggu (31/12/2017) sore.

Mereka mengaku jalan-jalan ke TMII untuk menghabiskan waktu libur sekolah juga untuk menyambut tahun baru 2018. Apalagi jarak rumah mereka tidak terlalu jauh masih terjangkau.

Terkait kenaikan tiket masuk TMII yang dibadrol Rp 30 ribu perorang, pada Minggu ini. Lala pun mengaku tak mempermasalahkan harga tiket yang naik dari Rp 35 ribu jadi Rp 40 ribu. Begitu juga dengan tiket masuk TMII. “Tidak masalah ya soal kenaikan tiket, yang penting dapat wawasan ilmu,” kata Lala.

Begitu juga dengan Soepan, 33 tahun. Warga Sunter, Jakarta Utara ini sengaja datang ke TMII bersama keluarganya. “Saya biasanya ke Ancol, tapi tahun baru 2018 ini, istri dan anak saya mintanya ke TMII,” kata Soepan.

(ki-ka) Siti Munawah dan Soepan. Foto : Sri Sugiarti

Siti Munawah, 29 tahun, istri Soepan mengaku baru pertama kali ini mengajak anaknya rekreasi ke TMII. Dia mengaku datang sejak pukul 10.00 WIB, dan sudah keliling melihat anjungan daerah. Bahkan awal masuk dirinya mengaku terhibur dengan aktrasi Kuda Lumping di Plaza Tugu Api Pancasila.

“Tadi sudah mutar-mutar lihat anjungan, nonton film di Keong Mas dan sekarang mau ke Taman Burung, terus nanti mau naik kereta gantung. Kalau ke Skyword, anak saya nggak mau,” kata Siti.

Soepan dan Siti mengaku akan melewati malam pergantian tahun di TMII. Mereka ingin melihat pertunjukkan kembang api, terlebih anaknya.

“Kami ingin malam tahun baruan di TMII. Kalau harus pulang malam kan macet ya, mending di sini saja,” kata Siti.

Soepan dan Siti tidak mempermasalahkan harga tiket dan antrean panjang. Yang penting, kata Siti, bisa mengajak anaknya rekreasi apalagi wahana di TMII banyak pilihan. Selain itu, terpenting bisa tahu seni budaya bangsa.

“Tidak rugi biar tiket masuk naik. Karena kami terhibur. TMII ini kaya budaya bangsa, wahana rekreasi juga banyak. Saya dan suami ingin menghabiskan malam pergantian tahun di TMII, mumpung anak libur sekolah,” ungkap Siti.

Kepala Bidang Humas TMII, Jerry Lahana. Foto: Sri Sugiarti

Kepala Bidang Humas TMII, Jerry Lahana mengatakan, untuk memuaskan pengunjung, pihaknya menyiapkan berbagai pertunjukan. Namun pengunjung paling banyak memasuki arena istana anak-anak dan Theater IMAX Keong Mas, yang menjadi lokasi favoritnya.

“Keong Mas dan kereta gantung ini ikon wisata TMII. Kalau pengunjung tidak naik kereta gantung serasa tidak ke TMII,” kata Jerry.

Menurutnya, Keong Mas selalu dipadati pengunjung pada hari libur bukan hanya menjelang malam tahun baru ini. Begitu juga dengan kereta gantung.

Hanya saja, kata Jerry, pada momen ini jumlah pengunjung yang ke kedua wahana membeludak.

“Kalau antre, Keong Mas biasanya nambah waktu memutar filmnya. Biasanya sampai pukul 17.00 WIB diperpanjang sampai pukul 18.00 WIB,” jelasnya.

Sedangkan untuk kereta gantung, lanjut dia, tergantung cuaca. Kalau cuaca mendung, tidak dimungkinkan untuk menambah waktu mengingat pertimbangan risiko.

Lihat juga...