Kinerja Pemerintahan Desa di Doreng Masih Rendah

MAUMERE – Evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan di 7 desa di kecamatan Doreng belum memenuhi standar penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan adminsitrasi pemerintah.

“Karena itu, kami mengadakan pelatihan, agar bisa memperbaiki kinerja pelayanan dan penyelenggaraan pembangunan dari 7 desa yang ada di kecamatan Doreng,” ujar Camat Doreng, Lambert Keytimu, Senin (18/12/2017).

Lambert kepada Cendana News, menyebutkan, kalau nilainya 4 dari indikator yang ada, maka sudah bagus. Tapi, di bawah angka itu tidak bagus, sehingga kepala desa di 7 desa diskusi bersama WVI dan disepakati membuat pelatihan peningkatan kapasitas, agar perangkat desa bisa bekerja dengan baik.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari sejak Senin-Kamis (18-21/12/2017), terangnya, terkait pemerintahan bersih dan berwibawa serta memiliki kinerja yang baik.

Memang, aparat pemerintah desa belum banyak mengetahui tupoksi mereka, sehingga harus diberikan pelatihan selain membaca referensi.

“Juga berkaitan dengan perencanaan pembangunan yang terbaik di desa seperti apa. Saat ini masih monoton. Padahal, diharapkan ada inovasi yang dilakukan dalam melaksanakan pembangunan di desa,” terangnya.

Pengelolaan keuangan desa yang baik itu seperti apa, juga merupakan salah satu materi. Selama ini pertanggungjawaban keuangan sering terkendala, sehingga menghambat pencairan dana desa berikutnya.

Kepala Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, lanjutnya, juga diminta berbicara dalam pelatihan ini dengan memberikan pengalamannya sehingga dapat meraih juara satu desa terbaik tingkat nasional. Ini juga bisa memotivasi perangkat desa dan teristimewa kepala desa.

“Juga akan membedah standar operasional prosedur terkait penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan di Kecamatan Doreng serta pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan terakhir membentuk forum komunikasi desa,” ungkapnya.

Berchmans Tanaboleng dari lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Visi Indonesia (WVI), menjelaskan, pihaknya diminta untuk memberikan pelatihan peningkatan kapasitas perangkat desa di 7 desa di kecamatan tersebut.

Dikatakan Mans, sapaannya, hasil evalusi yang dilakukan pihaknya, perangkat desa masih belum memahami secara baik tugas dan tanggung jawab mereka.

Selain itu juga masih belum adanya inovasi dalam melakukan pembangunan di desa yang bisa berimplikasi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

“Kita berharap dengan adanya materi yang disampaikan bisa terserap dengan baik, agar bisa diimplementasikan dalam menyelenggarakan pemerintahan di desa. Dengan demikian akan berdampak langsung kepada manfaat pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat di desa tersebut”, pungkasnya.

Lihat juga...