Kodim Sukoharjo Gelar Latihan Evakuasi Laka Air

Editor: Irvan Syafari

59
Teknik penanganan korban tenggelam sebagai salah satu materi latihan evakuasi kecelakaan air yang dilakukan Kodim 0726 Sukoharjo/Foto: Harun Alrosid.

SOLO — Tingginya angka kecelakaan di Solo dan sekitarnya, membuat berbagai pihak kian intensif melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan. Salah satunya yang dilakukan Kodim 0716 Sukoharjo yang membekali prajuritnya dengan keahlian evakuasi kecelakaan air.

Komandan Kodim 0726/ Sukoharjo Letkol Inf taufan Widiantoro menjelaskan, latihan keahlian prajurit untuk mendukung evakuasi kecelakaan air ini mengingat Sukoharjo memiliki angka laka air yang cukup tinggi. Adanya Waduk Mulur yang tiap hari digunakan untuk memancing serta banyaknya anak Sungai Bengawan Solo, menjadikan wilayahnya rawan.

“Melalui latihan ini, anggota Kodim 0726/Sukoharjo dapat trampil melakukan evakuasi air. Baik itu evakuasi korban bencana banjir maupun evakuasi kecelakaan air lainnya,” ujarnya di sela kegiatan latihan evakuasi laka air di Waduk Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jumat (8/12/2017).

Kondisi cuaca yang masih turun hujan tak luput dari perhatian Kodim Sukoharjo untuk selalu menyiapsiagakan personilnya. Di samping ada relawan maupun SAR, personil TNI senantiasa ikut turun tangan setiap terjadi kelecakaan air maupun musibah lain.

“Latihan evakuasi laka air ini sekaligus untuk mengasah kemampuan prajurit yang selama ini telah diberikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Pasiopsdim 0726/Sukoharjo Kapten Inf Sunarto menambahkan, latihan yang berada di waduk itu implementasi setelah sebelumnya melakukan Geladi Posko dan Geladi Lapang, yang digelar di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan apa yang telah dipahami prajurit terkait evakuasi kecelakaan air dapat diprakteknya dengan maksimal.

“Dalam latihan ini kemampuan teknis evakuasi harus dimatangkan. Jika sewaktu-waktu ada kondisi darurat mereka sudah siap”, jelas Sunarto.

Dalam latihan evakuasi laka air, Kodim Sukohajro menurunkan 2 buah LCR sebagai evakuasi. Sementara jumlah personil yang dilibatkan mencapai 30 orang.

“Teknik evakuasi yang dilakukan ini meliputi teknik penjemputan korban dan pertolongan korban tenggelam. Mereka diingatkan kembali teknik-teknik pertolongan pertama pada korban tenggelam. Latihan ini dilakukan secara bergantian,” katanya.

Komentar