Komnas HAM: Kekerasan di Papua Meningkat

“Kekerasan demi kekerasan, selalu saja terjadi bagai perjamuan tanpa akhir, baik kekerasan yang menjadi korban adalah penduduk sipil maupun, yang menjadi korban aparat keamanan Berbagai bentuk tindak kekerasan tersebut menjadi catatan hitam yang dari tahun ke tahun, selalu menumpuk dan tidak ada kejelasan siapa pelaku atau datang di balik berbagai tindak kekerasan yang telah merampas dan melukai sejumlah korban,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Ketua AJI Kota Jayapura itu mengemukakan berbagai bentuk peristiwa yang terjadi di beberapa wilayah di Papua, mengindikasikan teradinya berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh rakyat Papua.

“Adapun bentuk-bentuk dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama berlangsungnya berbagai peristiwa di Papua, antara lain, pertama konflik pilkada di, kedua konflik kekerasan bersenjata di wilayah pegunungan dan Tembagapura, konflik agraria antara masyarakat adat dan korporasi,” katanya.

Lalu, keempat, ungkap Frits, adalah keberlangsungan nasib ribuan buruh karyawan PT Freeport Indonesia, kelima, situasi kesehatan dan pendidikan di Tanah Papua yang belum baik.

“Dan keenam, belum tuntasnya tiga kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Wamena, Wasior dan Paniai. Itu semua adalah berbagai bentuk dugaan pelanggaran HAM yang terjadi sebagaimana diberitakan di dalam berbagai mass media, baik cetak maupun elektronik,” katanya.

Hal ini juga diperkuat dengan 75 pengaduan yang disampaikan oleh keluarga korban maupun masyarakat ke Komnas HAM maupun ke Perwakilan Komnas HAM di Provinsi Papua sehubungan dengan adanya tindakan yang berlebihan yang dilakukan oleh aparat keamanan dan ASN dalam menjalankan tugasnya.

Lihat juga...