Kongres Danai Kamera Badan Untuk Polisi Filipina

MANILA – Kongres Filipina menyetujui rancangan undang-undang menghapus usulan 900 juta peso untuk perang polisi melawan narkotika. Polisi tidak lagi memimpin gerakan tersebut, namun diberikan kamera badan untuk merekam penangkapan.

Ketua Komite Keuangan Senat Senator Loren Legarda mengatakan, kongres mengembalikan anggaran yang diminta polisi. Kebijakan tersebut diambil karena saat ini Badan Pengawas Obat memimpin perang terhadap narkotika, tempat ribuan tersangka pengedar dan pengguna terbunuh.

Rancangan undang-undang tersebut disetujui Kongres pada pekan lalu dan diperkirakan akan disahkan Presiden Rodrigo Duterte pada Selasa (19/12/2017). Duterte pada bulan ini memerintahkan polisi kembali berperang melawan narkotika setelah pemberhentian sementara gerakan itu hampir delapan minggu dan hanya menempatkan polisi menjadi pendukung gerakan.

Sebagian besar uang yang dikeluarkan dari perang melawan narkoba akan diajukan ke perumahan militer dan polisi. Sisanya akan digunakan untuk membeli kamera badan untuk polisi yang terlibat dalam operasi anti-narkoba. “Mungkin mereka akan takut jika dipantau. Ini untuk mengurangi ketakutan jika mereka tidak benar-benar menghilangkan insiden yang tidak diinginkan,” kata Legarda lebih lanjut.

Tindakan keras anti-narkotika yang dilancarkan Duterte telah menuai kritik internasional. Kelompok hak asasi manusia menilai gerakan tesebut sebagai penyimpangan dalam operasi polisi dan dugaan eksekusi terhadap tersangka narkoba.

Polisi mengatakan menembak mati lebih dari 3.900 tersangka pengedar narkotika untuk membela diri selama gerakan 17 bulan tersebut. Namun survei tersebut menunjukkan keraguan di kalangan masyarakat Filipina tentang keabsahan laporan polisi tersebut. (Ant)

Lihat juga...