Korban Difteri Anak tak Ikut Imunisasi

PADANG – Jumlah kasus difteri di Sumatera Barat (Sumbar) menjelang akhir tahun ini terus bertambah. Dari sebelumnya tercatat 23 orang anak-anak di Sumbar yang terindikasi terjangkit difteri, kini bertambah tujuh orang lagi, sehingga total sementara ada 30 orang anak-anak di Sumbar yang terindikasi difteri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday mengatakan, data sebelumnya yang menyebutkan ada 23 orang anak-anak yang terindikasi difteri itu, 21 orang anak-anak lainnya itu dinyatakan negatif, sedangkan dua orangnya lagi mendapatkan perawatan di rumah sakit. Lalu, malangnya di antara dua orang anak itu, satunya meninggal dunia.

“Jadi, dari data yang kita miliki. Anak-anak yang terindikasi difteri itu kebanyakan tidak memiliki catatan yang rutin melakukan imunisasi,” katanya, Jumat (22/12/2017).

Menurutnya, hal inilah yang menjadi tugas ke depan Dinas Kesehatan baik provinsi, kabupaten dan kota, untuk lebih gigih lagi melakukan sosialisasi kepada orang tua yang memiliki anak, supaya jangan enggan ataupun takut untuk membawa anak-anaknya berimunisasi.

Ia menyebutkan, dengan adanya anak-anak yang terindikasi difteri itu, merupakan sebuah akibat dari tidak diimunisasi anak-anak. Memang, persoalan mudahnya terindikasi difteri ialah tidak diberikannya imunisasi terhadap anak.

Untuk itu Merry berharap betul kepada orangtua agar mengikuti jadwal-jadwal imunisasi yang telah ada. Jika anak-anak diabaikan soal imunisasi, maka virus difteri tersebut akan mampu menyerang anak-anak.

“Terkait data terbaru berapa jumlah kasus difteri ini, saya belum dapat lagi, hingga menjelang akhir tahun 2017 ini,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Humas RSUP M. Djamil Padang, Gustavianof mengatakan, untuk pasien suspect difteri yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Dijamil Padang kembali bertambah menjadi tujuh orang hingga Kamis pagi kemarin.

Menurutnya, tujuh orang pasien suspect difteri itu, rata-rata berusia satu hingga sembilan tahun. Sebagian besar memiliki riwayat ketidaklengkapan imunisasi saat bayi. Sehingga, para pasien ini rentan terserang virus dan penyakit seperti difteri.

Ia menyebutkan, enam orang pasien suspect difteri yang dirawat sebelumnya, kini kondisinya sudah lebih baik. Bahkan pihak keluarga pun sudah diperkenankan untuk membesuk dan menunggui pasien di ruangan isolasi.

“Jadi dari kondisi terakhir hingga Kamis malam, sudah ada satu pasien yang diizinkan pulang. Sementara enam orangnya lagi masih mendapat perawatan,” ucapnya.

Nof juga mengatakan pasien yang masuk ke RSUP. M. Djamil Padang itu, tidak hanya dari Kota Padang, tapi juga turut datang dari berbagai daerah.

Lihat juga...