KPI: ‘Dunia Terbalik’ Sinetron Paling Berkualitas Tahun 2017

JAKARTA — Tahun 2017 segera berlalu. Sepanjang2017, sinetron (sinema eletronik) di TV tampaknya masih termasuk tontonan yang menarik minat masyarakat. Sinetron hadir langsung masuk ke rumah-rumah tanpa perlu mengetuk pintu dulu.

Kehadiran sinetron begitu strategis tepat hadir berada di tengah-tengah keluarga pada waktu utama (prime time) saat seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah.

Kehadiran sinetron masih menjadi perdebatan. Bagi sebagian masyarakat yang kritis mencaci-maki sinetron yang dinilainya tidak mendidik, hanya menyajikan khayalan dan terlalu hedonistik.

Bagi sebagian masyarakat lagi, apatis tidak mempedulikan apapun dan tetap asyik menonton sinetron sebagai sebuah hiburan gratis tanpa perlu keluar rumah maupun merogoh kocek. Meski harus bersabar menonton sinetron karena dijejali terlalu banyak iklan sepanjang siaran.

Untuk mengetahui sinetron-sinetron mana saja yang berkualitas, ramah keluarga dan mempunyai nilai moral, KPI melakukan survei indeks kualitas program siaran televisi.

Pihak KPI menggandeng Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan 12 perguruan tinggi di Indonesia. Hasil survei Lembaga Negara Independen tersebut menempatkan sinetron berjudul ‘Dunia Terbalik’ sebagai sinetron berkualitas paling atas di tahun 2017.

“Penilaian panel ahli untuk program sinetron menempatkan sinetron Dunia Terbalik dari RCTI dengan indeks kualitas program sinetron tertinggi sebesar 2.99, “ kata Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Hardly Stefano Pariela saat acara ‘Refleksi Akhir Tahun 2017 KPI dan Ekspose Hasil Survey Indeks Kualitas Program Siaran TV’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Hardly menambahkan, “Pada posisi kedua ditempati program ‘Rindu Suara Adzan’ dari Global TV dengan nilai 2,96. Kemudian, ketiga, sinetron Cinta dan Rahasia Season 2’ dari NET TV dengan indeks 2, 95.”

Menurut Hardly, berdasarkan penilaian panel ahli terhadap indikator program sinetron, Dunia Terbalik juga memperoleh indeks tertinggi. “’Dunia Terbalik’ dinilai tertinggi untuk indikator relevansi cerita, menghormati nilai dan nilai moral, “ ungkapnya.

Sedangkan, penilaian responden terhadap indikator-indikator program sinetron, menunjukkan sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan’ memperoleh ndeks > 3. “Demikian pula untuk sinetron ‘Cinta dan Rahasia’ untuk seluruh indikator memperoleh nilai > 3, “ bebernya.

Hasil survei pemeringkatan menonton program sinetron memperihatkan tiga sinetron yang paling banyak ditonton, yaitu berturut-turut, ‘Tukang Ojek Pengkolan’ (RCTI), ‘Jodoh Wasiat Bapak’ (ANTV), dan ‘Cinta dan Rahasia’ (NET TV).

Adapun, penilaian responden menempatkan sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan’ (RCTI) dengan indeks tertinggi yaitu sebesar 3,19. “Setelah itu, posisi kedua ditempati ‘Cinta dan Rahasia’ (NET TV), dan ketiga, ‘Jodoh Wasiat’ Bapak (ANTV), “ paparnya.

Hasil survei ini tentu patut kita perhitungkan untuk mengimbangi survei dari A.C. Nielson yang selama ini menjadi acuan stasiun TV, bahkan lembaga survey asing itu selama ini menjadi penentu kelanggengan sebuah program televisi.

“Untuk itu, kami dari KPI sebagai Lembaga Negara Independen mengadakan survey dengan menggandeng Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan 12 perguruan tinggi di Indonesia. Kami ingin negara turut hadir dalam perkembangan industri dunia pertelevisian di Tanah Air, “ pungkasnya.

Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Hardly Stefano Pariela -Foto Akhmad Sekhu.
Lihat juga...