KPK Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Korupsi BLBI

JAKARTA — Sejumlah saksi hari ini kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasus Tipikor yang dimaksud adalah terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Idonesia (BLBI) untuk Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Tahun 2004.

Sejumlah saksi tersebut masing-masing adalah Soepomo, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dan Herman Kartadinata alias Robert Bono.

Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT), mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) periode 2002 hingga 2004.

Sementara itu Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta membenarkan terkait pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus korupsi penerbitan SKL kepada BDNI untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT).

KPK sebelumnya telah menetapkan tersangka dan secara resmi menahan SAT karena terbukti menyalahgunakan jabatan atau wewenangnya sebagai Kepala BPPN.

Dalam pemeriksaan SAT mengaku atau mengklaim bahwa dialah yang menerbitkan SKL untuk BDNI, dengan demikian hutang BDNI yang berasal dari pinjaman BLBI dinyatakan lunas.

Padahal BDNI masih belum melunasi seluruh hutangya. Menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) potensi kerugian negara terkait penerbitan SKL untuk BDNI diperkirakan sebesar 4,58 triliun rupiah.

“Penyidik KPK hari ini kembali memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, masing-masing Soepomo dan Herman Kartadinata alias Bono. Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT). Salah satunya untuk mendalami informasi dan melengkapi berkas pemeriksaan SAT sebelum nantinya dinyatakan lengkap (P21),” jelas Febri di Gedung KPK Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Febri menambahkan, selain menetapkan SAT sebagai tersangka, penyidik KPK juga mencekal atau mencegak sejumlah orang sehingga tidak bisa melakukan perjalanan atau bepergian keluar negeri.

Masing-masing Jusup Agus Sayono, Mulyati Gozali, Ferry Lawrentius Hollen, Benny Gozali, Laura Rahardja. Herman Kartafinata alias Robert Bono , Maria Feronica Eha Farida Wirawan dan tersangka SAT.

Sementara itu KPK sebenarnya telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan lembaga anti korupsi Singapura untuk memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Sjamsul Nursalim, mantan pemilik saham mayoritas sekaligus pengendali utama BDNI.

Tak lama setelah memerima BLBI dari BPPN, Sjamsul Nursalim beserta keluargannya diketahui telah pindah dan menetap di Negara Singapura.

Lihat juga...