KPPPA Perluas Layanan Telepon Sahabat Anak

MAGELANG – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memperluas layanan Telepon Sahabat Anak (TeSA). Saat ini fasilitas TeSA baru berada di tujuh provinsi.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny Rosalin  mengatakan, pihaknya akan menambah layanan TeSA ke semua provinsi di Indonesia. “Pelayanan kan tidak boleh dibeda-bedakan. Kami akan berusaha dalam dua tahun ini semua anak dapat layanan Telepon Sahabat Anak,” katanya di Magelang, Jumat (29/12/2017).

Saat ini TeSA baru ada di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.TeSA sebelumnya dipegang oleh Kementerian Sosial dan sempat mati suri. Dan pada 2017 Kementerian Informasi dan Teknologi memberikan mandat TeSA kepada Kementerian PPPA.

Menurut Lenny anak-anak yang menelepon ke layanan informasi tersebut cukup banyak. Perharinya ada sekira 60 anak menelepon dengan berbagai pertanyaandiantaranya bertanya tentang masalah beasiswa, masalah reproduksi dan ada juga yang menelepon untuk sekedar curhat.

“Memang cukup banyak anak-anak yang menelepon ke TeSA, dari situ kita mengetahui ternyata anak-anak sangat membutuhkan saluran seperti ini,” tamnbah Lenny.

Lenny mengatakan dari TeSA pihaknya dapat mengetahui permasalahan yang dialami anak-anak yang kadang hal tersebut tidak dianggap masalah bagi orang tua mereka. “Kami pernah menerima telepon dari seorang anak yang sangat sedih karena dia tinggal di rumah kakek-neneknya selama tiga hari, dan orang tuanya tidak menelepon sama sekali. Mungkin orang tua tidak menyadari bahwa hal itu menjadi masalah, tetapi bagi si anak ternyata itu adalah masalah besar,” kata Lenny.

Curhatan anak-anak itu pun kerap digunakan sebagai materi untuk lembaga pengasuhan. Anak-anak yang menelepon ke TeSA akan dilayani dengan tenaga ahli seperti psikolog atau psikiater, bagi hal-hal yang tidak dapat dijawab oleh tim TeSA mereka akan mengalihkan ke lembaga-lembaga terkait.

“Misalnya ada anak yang menelepon menanyakan beasiswa, kami akan membantu mengalihkannya ke pusat layanan informasi beasiswa yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Lenny.

Anak-anak yang ingin menggunakan layanan tersebut dapat menelepon ke nomor 129, gratis selama jam kerja. (Ant)

Lihat juga...