KPU Pamekasan Sosialisasi Pentingnya Pemilu

PAMEKASAN – Komisi Pemilihan Umum Pamekasan mulai menggelar sosialisasi kepada masyarakat di wilayah itu tentang pentingnya ‘sadar pemilu’ Pilkada 2018, salah satunya melalui kegiatan jalan-jalan sehat.

“Kegiatan bertema ‘Jalan Sehat Guyub Rukun Pilgub Jatim 2018’ ini akan kami gelar Minggu (17/12) pagi ini sebagai upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada 2018, serta sebagai upaya untuk menekan angka golput,” kata Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah di Pamekasan, Jawa Timu, Jumat (15/12/2017) sore.

Sesuai surat KPU Kabupaten Pamekasan Nomor: 277/PP.08.3-SD/3528/KPU-Kab/Kab/XII/2017 tertanggal 5 Desember 2017, jalan sehat sadar pemilu dalam rangka sosialisasi Pilkada Serentak 2018 mulai dari depan Gedung Serba Guna di Jalan Kabupaten Pamekasan.

Selanjutnya melalui Jalan Diponegoro, berbelok ke Jalan Cokroatmojo, lalu ke Jalan R Abdul Aziz, Jalan Segara dan kembali ke depan Gedung Serga Guna di Jalan Kabupaten Pamekasan.

JJS Sadar pemilu ini melibatkan semua penyelenggara pemilu di berbagai kecamatan, undangan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), perwakilan pengurus partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan aktivis mahasiswa, serta lembaga swadaya masyarakat.

“Jalan sehat sadar pemilu yang kami lakukan kali ini sebagai salah satu bentuk kegiatan sosialisasi dari berbagai jenis kegiatan yang kami agendakan sepanjang tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 ini,” kata Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah, menjelaskan.

Pada JJS ini, panitia juga menyediakan hadiah yang akan diundi di akhir acara dengan hadiah utama Televisi 32 Inci, sepeda gunung, lemari es, mesin cuci dan sejumlah hadiah hiburan lainnya. Seperti kipas angin, kompor gas, penanak nasi, blender, dispenser, strika serta sejumlah hadiah hiburan menarik lainnya.

Menurut Ketua KPU Pamekasan, Moh Hamzaj, JJS dimulai Pukul 06.00 WIB dan akan dilepas oleh Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari disaksikan para Forpimda, undangan dari pengurus partai politik serta para penyelenggara pemilu dan panitia pengawas pemilu Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, berdasarkan data KPU Pamekasan, selama beberapa kali pemilu, partisipasi masyarakat Pamekasan dalam menggunakan hak pilihnya masih cenderung rendah. Karena itu perlu berbagai upaya untuk meningkatkan peran pemilih.

Ia mencontohkan, seperti fakta partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemungutan suara pemilu presiden 9 Juli 2014 di Pamekasan.

Menurut Hamzah, saat itu, jumlah partisipasi pemilih pemilu hanya 75 persen. “Kami ingin partisipasi pemilih untuk Pilkada Pamekasan 2018 lebih dari 75 persen dan oleh karena itu, berbagai upaya terus kami lakukan untuk menekan angka golput ini, termasuk melakukan kegiatan dengan menggelar JJS bersama masyarakat,” katanya. (Ant)

Lihat juga...