KPU Sukabumi Target Partisipasi Pilkada Serentak 80 Persen

SUKABUMI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Jawa Barat menargetkan angka partisipasi pemilih pada pemilihan Wali Kota Sukabumi-Wakil Wali Kota Sukabumi dan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar  pada Pilkada Serentak 2018 mencapai 80 persen.

Komisioner KPU Kota Sukabumi Divisi Sosialisasi, Partisipasi dan Sumber Daya Manusia Sri Utami menyebut, KPU menaikan target partisipasi naik lima persen. “Angka partisipasi masyarakat ada pilkada tahun ini kami targetkan naik lima persen dibandingkan 2013 lalu yang hanya 75 persen. Diharapkan target 80 persen dari jumlah warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT),” ungkapnya, Minggu (17/12/2017).

Target tersebut menjadi salah satu tantangan bagi KPU Kota Sukabumi untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama mensasar mereka yang sudah mempunyai hak pilih agar angka partisipasi pemilih bisa meningkat dan memenuhi target yang ditetapkan.

Mengevaluasi angka partisipasi pemilih setiap pelaksanaan pesta demokrasi mulai dari pilkada, pilpres dan pileg di Kota Sukabumi Sri menyebut sudah bagus. Tercatat rata-ratanya tingkat partisipasi mencapai 75 persen. Tapi bagaimana pun pihaknya berupaya mengajak warga agar tidak apatis dan menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara.

Sosialisasi tentang pilkada serentak ini sudah mulai dilakukan pihaknya seperti ke tokoh masyarakat, tokoh agama, ulama, tokoh pemuda, serta mahasiswa dan pelajar SMA sederajat sebagai pemilih pemula.

Sementara agar warga tidak jenuh mendengarkan sosialisasi yang digelar, pihaknya mengubah konsep pelaksanaan sosialisasi. Salah satu yang dilakukan adalah sosialisasi berbasis keluarga dengan cara terjun langsung ke masyarakat atau door to door atau dengan mengundang lurah serta Ketua RW dan RT, sebagai ujung tombak terakhir di masyarakat dalam melakukan sosialisasi tersebut.

“Kami juga mengimbau kepada bakal calon kepala daerah, pengurus partai, relawan dan lain-lain juga ikut dalam mensosialisasikan pilkada serentak ini dan karena keterbatasan personel KPU sulit untuk menggapai warga di pelosok berbagai elemen masyarakat pun harus ikut membantu kami,” tambahnya.

Sri menyebut, sosialisasi secara masif perlu dilakukan agar berbagai informasi dan tahapan pelaksanaan pilkada bisa sampai ke masyarakat. Minimalnya dapat mengetahui tanggal pencoblosan dan pentingnya menyalurkan hak pilihnya. Sesuai tahapan, untuk waktu pencoblosan calon kepala daerah dilaksanakan pada 27 Juni 2018. (Ant)

Lihat juga...