hut

KPUD Kaltim Targetkan Tingkat Partisipasi Pemilih 77 Persen

BALIKPAPAN — Upaya menggiatkan sosialisasi di sejumlah KPU Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur, terus dilakukan menjelang Pemilihan Gubernur 2018. KPUD Kaltim menargetkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 77,50 persen.

Ketua KPUD Kaltim, M. Taufik, optimis munculnya banyak calon dalam pilgub Kaltim 2018 menjadi magnet untuk meningkatkan partisipasi pemilih. “Mudah-mudahan ini jadi magnet masyarakat di Kaltim untuk bisa berikan suaranya,” ungkapnya saat kegiatan FGD bersama media dan pers di kantor KPUD Balikpapan, Jumat (29/12/2017) sore.

Dalam meningkatkan partisipasi pemilih itu, pihaknya juga minta dukungan media dalam gelaran pilgub dapat memberikan pencerahan dalam berpartisipasi sebagai pemilih.

“Tugas kita bersama, media juga membantu menaikkan tingkat partisipasi. Kita memang tidak bisa memastikan prosentase yang kita dapatkan di 2018. Tapi, minimal kita sudah melakukan upaya baik dengan komunitas, media maupun kegiatan-kegiatan lain seperti rumah pintar, datang ke sekolah dan kampus. Semakin banyak aktivitas ini bisa memberikan dampak,” paparnya.

Pada pilgub 2018 nanti, Taufik menargetkan 77 persen untuk partisipasi pemilihnya. “Pada pemilu di Amerika saja yang sangat demokratis, angkanya kurang dari 50 persen. Kita di pilgub 2013 partisipasinya 55 persen, lalu pileg kemarin 62 persen dan pilkada serentak  2015 kita punya partisipasi di tiap kabuten kota rata-rata 57 persen. Ada kemungkinan kita meningkat,” harapnya.

Komisioner KPUD Kaltim, Syamsul, mengatakan pola sosialisasi dilakukan kepada keluarga dan warga internet. Alasan berbasis pemilih keluarga karena ada 11 fungsi dalam keluarga yang dapat dijadikan pola pendekatan. Seperti fungsi keluarga sebagai tempat berkumpul, fungsi sosial budaya, fungsi perlindungan, ekonomi, lingkungan dan lainnya.

“Poin berbasis keluarga ini unit terkecil di masyarakat. Ini harus dioptimalkan untuk menjangkau masyarakat,” terangnya.

Hal ini sejalan dengan KPU RI juga melakukan gerakan sadar pemilu, yakni membangun keluarga yang sadar pemilu. “Harapan dari salah satu anggota keluarga yang aktif ini mampu memberikan pemahaman kepada anggotanya. Keluarga bisa mendorong pemilu damai, keluarga juga punya peran partisipasi  aktif dalam setiap tahana pemilu,” ujarnya.

Selain itu, Syamsul menyebutkan basis warga yang aktif terhadap aktivitas internet juga menjadi target sosialisasi. Apalagi, pengguna internet aktif di Indonesia ini mencapai 51,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia 256 juta jiwa.

“Akses internet sudah sangat besar pada jumlah penduduk di Indonesia. Sebagian pengguna internet punya hak pilih. Kemudian ini lebih efektif, efisien dan tidak terbatas ruang dan waktu,” tambahnya.

Lihat juga...