KSOP Kelas V Bakauheni Periksa Keselamatan Kapal Nelayan di Dermaga Muara Piluk

LAMPUNG — Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (PPK) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni melakukan pemeriksaan kapal kapal nelayan di dermaga pusat pendaratan ikan Muara Piluk Bakauheni Lampung Selatan.

Menurut Yunus Ardiyansah selaku pejabat pemeriksa keselamatan kapal KSOP Kelas V Bakauheni Lampung Selatan pemeriksaan terhadap kapal nelayan dilakukan pada beberapa kapal yang memiliki bobot 20 dan 24 gross ton.

Secara umum kapal nelayan pencari ikan yang sandar di dermaga Muara Piluk Bakauheni memiliki fasilitas keselamatan yang memadai, seperti life jacket, alat pemadam api ringan (Apar) serta perlengkapan keselamatan lain yang harus ada pada sebuah kapal nelayan.

Yunus menyebut dalam pemeriksaan keselamatan tersebut juga dihadirkan pemilik kapal, nahkoda kapal dan kepala mesin yang menjelaskan tentang kondisi kapal nelayan yang diperiksa.

“Secara umum hasil pemeriksaan yang kami lakukan kondisi alat keselamatan kapal sangat memadai dan dokumen yang ada juga lengkap hanya saja ada yang perlu diperbarui atau diperpanjang agar kapal dizinkan berlayar kembali dan sudah ada pernyataan untuk melakukan pembaruan dokumen,” ujar Yunus Ardiyansah saat ditemui Cendana News di dermaga pusat pendaratan ikan Muara Piluk Bakauheni, Senin (18/12/2017)

Sesuai prosedur kapal motor nelayan tradisional harus memiliki surat ukur, sertifikat keselamatan sesuai dengan Survey Vessel 1935 Pasal 5 ayat (6), surat izin berlayar (SIB) dari syahbandar serta beberapa dokumen lain sehingga kapal nelayan bisa melakukan aktivitas di laut.

Dasar pemeriksaan sejumlah kapal nelayan dengan GT 20 dan 24 sesuai dengan aturan. Kapal yang dibangun secara tradisional diwajibkan setiap setahun sekali dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kelaikan untuk bisa dipergunakan dalam pelayaran mencari ikan di laut.

Selain melakukan pemeriksaan keselamatan kapal ia menghimbau nelayan agar bisa berkoordinasi dengan syahbandar terutama dalam kondisi cuaca buruk. Pasalnya, ada maklumat pelayaran yang akan disampaikan atas dasar prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim terkait kondisi cuaca perairan.

Keselamatan pelayaran diakuinya sangat penting diperhatikan oleh nelayan dengan rajin melihat prakiraan cuaca sehingga bisa meminimalisir kecelakaan pelayaran di laut.

Terkait pemeriksaan keselamatan kapal tersebut Sadide, salah satu pembina nelayan di Muara Piluk Bakauheni menyebut ada sekitar 50 lebih kapal nelayan berbagai ukuran yang bersandar di Dermaga Muara Piluk Bakauheni.

Kapal-kapal itu berukuran GT mulai dari 15 GT hingga 30 GT dan di antaranya merupakan kapal bagan congkel dan kapal cumi cumi. Sadide menyambut positif adanya pemeriksaan terhadap keselamatan kapal agar para nahkoda kapal dan kru kapal bisa berlayar dengan dokumen yang lengkap dan memiliki alat keselamatan di dalam kapal.

“Alat tangkap berupa kapal seperti di darat dokumen dokumen yang harus dimiliki oleh kapal harus lengkap sehingga pemilik kapal bisa aman dan nyaman melakukan aktivitas melaut,” ungkapnya.

Pasca gelombang tinggi dan angin kencang sebagian nelayan terus meningkatkan upaya menjaga keselamatan di kapal tangkap ikan yang mencari ikan di wilayah perairan Selat Sunda hingga ke Laut Jawa.

Ia menghimbau kepada nelayan agar bisa melengkapi dokumen yang harus dimiliki dalam sebuah kapal sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh instansi terkait baik oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perhubungan.

Lihat juga...