Kurang Perhatian, Warga Perbatasan di Kalbar Ancam Golput

PUTUSSIBAU – Warga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat (Kalbar) mengancam tidak akan mengunakan hak pilih atau golput pada pemilu mendatang. Ancaman tersebut dikeluarkan disebabkan kurangnya perhatian pemerintah untuk daerah setempat.

“Kami berencana untuk memilih golput pada pemilu mendatang bukan tidak beralasan, karena selama ini kami di daerah perbatasan tidak diperhatikan oleh pemerintah, sementara kami selalu menjaga NKRI,” kata Kepala Dusun Langau, Desa Langau, Kecamatan Puring Kencana, Lusianus Adam (59), Selasa (19/12/2017).

Dia menjelaskan, sudah puluhan tahun kondisi pembangunan khususnya infrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya tidak pernah diperhatikan secara serius. Masyarakat di perbatasan hidup ditengah keterbatasan, sehingga lebih memilih berbelanja dan memenuhi kebutuhan hidup ke Negara Malaysia.

“Jika pakai sepeda motor dari Langau hanya 20 menit saja sudah sampai ke Malaysia, dengan kondisi itu pun kami masih setia menjaga NKRI, tapi perhatian pemerintah dimana,” tandas Lusianus menunjukan kekecewaannya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Dusun Sungai Antu, Desa Sungai Antu, Kecamatan Puring Kencana, Bonifasius Efendy. Selama ini masyarakat perbatasan disebutnya belum pernah menikmati buah dari kemerdekaan. “Kami sangat malu dengan negara tetangga, pembangunan di Malaysia sangat maju, sementara kami di perbatasan ini hanya bisa merenungi kenapa kami seperti dianaktirikan,” kata Efendy.

Diungkapkan Efendy, masyarakat perbatasan sangat mencintai Indonesia, namun pemerintah mengabaikan pembangunan di perbatasan. Mulai dari persoalan sembako dan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut dirasakan sangat tertinggal.

“Kami berharap Presiden Joko Widodo segera merealisasikan pembangunan untuk di perbatasan, karena kami berada di garda terdepan bangsa Indonesia, wajah Indonesia tempatnya di perbatasan,” tandasnya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kantor Camat Puring Kencana, Andreas Adi menjelaskan, ancaman masyarakat untuk Golput itu salah satu kekesalan masyarakat karena kurangnya perhatian dari pemerintah dan anggota DPRD. “Masyarakat cukup kecewa karena memang mereka (warga) sangat mengharapkan perhatian pembangunan, tetapi sampai saat ini kondisi jalan dan jembatan rusak berat,” jelas Andreas.

Meskipun demikian akhir-akhirnya, kata Andreas ada beberapa pembangunan sudah mulai masuk seperti rumah sakit dan SPBU dan sejumlah pembangunan lainnya dimasa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. “Yang di butuhkan masyarakat itu jalan dan jembatan, listrik dan air bersih, karena itu kebutuhan dasar,” pinta Andreas. (Ant)

Lihat juga...