KWI Tolak Keputusan Trump atas Yerusalem

JAKARTA – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyatakan secara tegas tidak sepakat dengan keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Sikap kami jelas dan terpusat, Paus di Vatikan secara eksplisit tidak sepakat dengan sikap Trump, sehingga sikap kami juga demikian,” kata Ketua KWI Ignatius Suharyo di Gereja Katedral, Jakarta, Senin.

Ignatius Suharyo juga menjelaskan bahwa hal yang sama pun dilakukan oleh organisasi atau perkumpulan agama lainnya. Secara tegas ia menjelaskan bahwa permasalahan Israel dan Palestina bukanlah tentang agama melainkan kemanusiaan.

Kemudian Suharyo menjelaskan sebaiknya permasalahan tersebut diselesaikan secara diplomasi oleh kedua negara, sedangkan negara lain hanyalah memfasilitasi kedua negara tersebut.

“Fasilitator yang kami maksud adalah memastikan bahwa negosiasi tersebut berjalan maju atau memiliki peningkatan solusi,” katanya.

Sebelumnya, Paus Fransiskus dan Raja Yordania Abdullah membahas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang keduanya sepakat bahwa hal itu berbahaya bagi perdamaian di Timur Tengah.

Raja Abdullah dan Paus berbicara secara pribadi selama sekitar 20 menit mengawali lawatan raja itu ke Vatikan dan Prancis.

Lihat juga...