Laboratorium Pascapanen Peternakan UGM Diresmikan

Laboratorium yang difungsikan sebagai rumah potong ayam ini, kata Rektor, juga akan digunakan oleh peneliti UGM untuk menghilirisasi produk risetnya dan mahasiswa berkesempatan mengetahui langsung proses pengolahan pascapanen di tingkat industri.

Sementara bagi masyarakat peternak, laboratorium diharapkan mampu menumbuhkan mitra kelompok usaha peternakan ayam yang bisa menjual hasil produk ayam hidupnya ke laboratorium ini.

“Kita harapkan akan tumbuhnya plasma peternakan di masyarakat terkait proses penyembelihan dan pengolahan produk ayam yang berintegrasi di lab ini,” katanya.

Pengembangan laboratorium milik kampus berbasis pabrik ini, menurut Rektor, sejalan dengan peran perguruan tinggi yang kini diamanatkan oleh pemerintah untuk menjadi agent of innovation, sehingga mendorong kehidupan ekonomi masyarakat.

“Sekarang pemerintah minta perguruan tinggi menjadi agent of innovation bisa berkontribusi dan menggairahkan ekonomi negara,” katanya.

Direktur PT Ciomas Adisatwa, Widihartomo, mengatakan, laboratorium yang dibangun di area Agrosciece PIAT UGM ini diharapkan bisa meningkatkan keterampilan mahasiswa, sehingga ketika lulus semakin berkualitas dan terampil serta berpengalaman, saat akan memasuki dunia industri.

Widihartomo juga mengharapkan dari sisi bisnis, laboratorium bisa berkembang secara mandiri. “Kita akan dorong  masyarakat sekitar bisa jadi mitra di wilayah Sleman dan Kalasan dan sekitarnya,” katanya.

Kika: Direktur PT. Ciomas Adisatwa, Widihartomo Tri Kuncoro, Bupati Sleman Sri Purnomo dan Rektor UGM, Panut Mulyono, saat peresmian laboratorium pascapanen peternakan UGM di kawasan Agro Science Techno Park PIAT UGM, Madurejo,Prambanan, Sleman. –Foto: Jatmika H Kusmargana
Lihat juga...