Libur Natal dan Tahun Baru, Penjualan Kerajinan Lombok Sepi

MATARAM — Meski kunjungan wisatawan yang hendak menghabiskan liburan dan tahun baru di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama Pulau Lombok, sudah mulai banyak berdatangan, tapi belum memberikan dampak signifikan bagi penjualan hasil kerajinan dan toko oleh-oleh di Lombok.

“Masih sepi, meski masa liburan Natal dan tahun baru telah tiba, tidak banyak wisatawan yang datang berbelanja membeli hasil kerajinan” kata Ferial, penjual aneka hasil kerajinan pasar seni Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (26/12/2017).

Meskipun ada yang datang, kebanyakan hanya melihat-lihat saja, tidak banyak yang berbelanja setelah itu pergi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, biasanya satu bulan jelang libur natal dan tahun baru wisatawan banyak berdatangan dan berbelanja aneka hasil kerajinan.

Dan memang bulan November, Desember hingga Minggu pertama bulan Januari, merupakan bulan ramai kunjungan wisatawan, kalau bulan lain, ada tapi jumlahnya sedikit.

Pengakuan sama juga disampaikan Maniwati, penjual oleh-oleh dan hasil kerajinan pasar seni Kota Mataram, menurutnya penjualan hasil kerajinan dan oleh-oleh yang didapatkan sekarang ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, dalam sebulan jelang tahun tahun baru bisa kita dapatkan tiga sampai empat juta rupiah. Sekarang omzet lebih kecil, karena yang berbelanja sedikit,” katanya.

Lukman, wisatawan asal Bandung mengaku, berbelanja hasil kerajinan atau oleh-oleh hanya sambilan saja. Bagi dirinya paling utama adalah liburan dan jalan-jalan ke sejumlah objek wisata Pulau Lombok.

“Sambilan saja mas, ini saja karena ada pesanan, makanya mampir berbelanja hasil kerajinan di toko oleh-oleh. Kalau saya sendiri yang paling penting itu liburan dan jalan,” katanya.

Lukman sendiri mengaku telah berada di Lombok sejak sehari sebelum libur natal bersama teman-temannya dan telah mengunjungi beberapa objek wisata seperti Gili Terawangan Lombok Utara.

Lihat juga...