Liburan Tiba, Bus City Tour Jakarta Makin Diminati Warga

JAKARTA — Pernahkah Anda membayangkan bisa naik bus gratis keliling Jakarta? Kalau belum pernah, cobalah naik bus City Tour Jakarta. Salah satu fasilitas publik berupa bus tingkat yang disediakan oleh pemprov DKI Jakarta untuk berwisata secara gratis.

Adanya fasilitas ini patut kita apresiasi. Di zaman segala sesuatu makin mahal, berwisata naik bus City Tour gratis ini, seperti oase di tengah gurun sahara yang gersang.

“Kalau mau naik busnya sangat gampang, tinggal duduk manis di halte yang bertanda ‘City Tour’, nanti busnya datang sendiri, tinggal naik, “ kata Suryadi, salah seorang penumpang, kepada Cendana News, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, lelaki yang mengaku sudah beberapa kali naik bus ini, menerangkan, “Kalau hari biasa kita tidak perlu menunggu lama tinggal naik tanpa perlu desak-desakan. Tapi karena sekarang musim liburan jadinya kita lama menunggunya dan berdesak-desakkan, Maklum saja, gratis sih!”

“Saat liburan seperti sekarang ini Bus City Tour Jakarta semakin diminati warga, “ imbuhnya.

Menurut Suryadi, naik Bus City Tour Jakarta saat liburan seperti sekarang ini antriannya panjang. “Tapi tidak apa-apa juga, kita berbagi naik bus gratis dan karena memang setiap warga memang berhak menaikinya, “ paparnya sabar.

Suryadi menyampaikan, bus tingkat wisata keliling Jakarta ini punya nama panggilan kesayangan. “Namanya Mpok Siti. Nama ini berasal dari city tour. City kalau dibaca, kan, mirip dengan Siti, nama perempuan yang sering digunakan orang Betawi, penduduk asli Jakarta ini. “ tandasnya.

Dari dalam bus ini, kita bisa melihat daerah-daerah wisata di Jakarta. Tak hanya sekedar melihat, di dalam bus ini juga ada pemandu wisata dari Komunitas Historia yang menceritakan sejarah mengenai tempat itu. Kita juga boleh bertanya pada pemandu wisata. Bila kita ingin banyak bertanya pada Pemandu Wisata sebaiknya kita duduk di lantai bawah (lantai pertama bus) karena biasanya pemandu akan berdiri dan bercerita di dekat tempat duduk supir bus.

Cerita-cerita sejarah dari para Pemandu Komunitas Historia ini unik-unik dan banyak yang belum diketahui oleh warga Jakarta sendiri, misalnya seperti ketika melewati Jalan Ir. H. Djuanda, pemandu menjelaskan bahwa nama Ir. H. Djuanda digunakan sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa beliau karena telah memperjuangkan teritori lautan di Indonesia.

Disampaikan pula informasi yang bahkan warga Jakarta pun belum tentu mengetahuinya. Seperti misalnya, mengenai patung di perbatasan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Majapahit yang berwujud patung Dewa Hermes. Ternyata Dewa Hermes ini dipercaya sebagai dewa perdagangan. Patung itu dibangun sebagai penanda bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah perdagangan.

Para petugas bus juga akan memberikan peta kota Jakarta kepada penumpang. Dengan melihat peta ini, kita tidak perlu sampai sesat di jalan walaupun malu bertanya. Di peta ini juga ada beberapa informasi yang biasanya diperlukan oleh wisatawan. Ada informasi tempat-tempat wisata, acara rutin di Jakarta, dan juga nomor-nomor telepon penting.

Rute yang ditempuh bus CityTour ini ada dua, yaitu Hari Senin – Jumat (9 halte): Halte Bundaran (HI) Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte Pecenongan – Halte Pasar Baru – Halte Masjid Istiqlal – Halte Monas 1 – Halte Monas 2 – Halte Balai Kota – Halte Sarinah. Sedangkan, Hari Sabtu – Minggu (5 halte): Halte Bundaran (HI) Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte GKJ Sarinah – Halte Masjid Istiqlal (Monas 1), Halte Balai Kota (Monas 2).

Lihat juga...