Lima Pasien Diduga Keracunan Masih Dirawat Intensif

SOLO — Puluhan balita di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Bajarsari, Solo, Jawa Tengah, harus dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami sakit mual dan diare.

Mereka diduga keracunan makanan yang diberikan saat mengikuti  pemeriksaan kesehatan rutin di Posyandu, yang dilakukan pada Selasa (19/12) kemarin.

Kepala Bagian Humas RS Brayat Minulya, Brigitta Adventa saat ditemui awak media. -Foto: Harun Alrosid

Petugas Paramedis Puskesmas Gilingan, Didik Subagiyo, membenarkan adanya pasien yang dirawat karena diduga keracunan makanan. Jumlah pasien yang sempat mendapat perawatan mencapai 31 pasien, terdiri dari anak-anak dan orang dewasa.

“Setelah kejadian, setidaknya ada 15 orang yang memeriksakan ke Puskesmas. Rata-rata mengeluhkan mual dan diare,” ujarnya, kepada awak media, Rabu (20/12/2017).

Selain itu, diketahui terdapat 16 korban keracunan lainnya, yang secara mandiri memeriksakan ke rumah sakit. Di antaranya  di RSUD Dr. Moewardi dua pasein, RS Brayat Minulya lima pasien, PKU Muhamamadiyah Solo satu pasien dan RS Tri Harsi tiga pasien.

“Sebagian sudah ada yang diperbolehkan pulang.   Tapi, hari ini ada satu orang yang masuk ke rumah sakit, karena mengalami keluhan yang serupa,” papar Didik.

Guna menyelidiki penyebab keracunan massal itu, pihaknya telah mengambil sejumlah sampel makanan yang diberikan saat pemeriksaan di Posyandu di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan tersebut.

Uji sampel melalui laboratorium itu dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. “Untuk pastinya kita masih menunggu dari hasl lab itu,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas RS Brayat Minulya, Brigitta Adventa menyatakan, lima pasien yang diduga keracunan makanan hingga hari ini masih dirawat intensif. Bahkan, satu anak masih menjalani perawatan di ICU, karena masih diare.

“Kemungkinan masih memerlukan perawatan  hingga beberapa hari ke depan,” imbuhnya, sembari meminta untuk tidak menfoto kondisi pasien.

Lihat juga...