Lonjakan Wisatawan, Sewa Perahu ke Pulau Bokori, Meningkat

KENDARI – Jasa penyewahan perahu milik nalayan di Desa Mekar dan Desa Bajo Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke objek wisata pantai di Pulau Bokori meningkat tajam menjelang tahun baru.

Rais (35), salah seorang pemilik jasa perahu (jonson) di desa itu, Selasa mengakui memperoleh omzet yang lumayan besar selama menjelang liburan hingga menghadapi libur tahun baru.

“Rata-rata omzet yang diperoleh selama beberapa hari ini mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari atau meningkat dari hari biasanya yang hanya didapat Rp100.000 termasuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan 10-15 liter per hari,” ujaranya.

Ia mengatakan, jasa penyewaan perahu yang dikenakan untuk setiap penumpang ke Pulau Bokori bervariasi antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per orang untuk pulang pergi. Sedangkan bila dalam bentuk carter (sewa penuh) bisa lebih tinggi lagi, tergantung dari jumlah pengunjung wisata.

“Mereka yang datang ke Pulau Bokori selain menikmati suasana pemandangan ombak yang cukup bersahabat sehingga pengunjung bebas berenang dengan air laut yang jernih dan karang-karang yang masih asri, membuat pengunjung betah hingga berjam-jam berenang di tempat itu,” ujar Lusi (30) pengunjung asal Kota Kendari.

Ramainya pengunjung tidak hanya memberikan berkah bagi jasaha penyeberangan di desa itu, namun juga bagi pedagang minuman dan makanan ringan ikut merasakan mendapat keuntungan lebih dari hari biasa.

Umar (32), pedagang minuman kaleng setempat mengatakan, keuntungan yang diperoleh dari penjualan yang ditawarkan itu bisa dua kali lipat dari harga biasa. Untuk air mineral gelas yang biasanya dijual Rp500 per gelas, di lokasi wisata dijual Rp1.000 per gelas dan minuman kaleng yang biasanya Rp5.000 per kaleng dijual Rp10.000 per kaleng.

“Yang pasti bahwa omzet penjualan yang kami peroleh di lokasi wisata Pulau Bokori ini jauh lebih besar dibanding menjual di tempat biasanya,” ujarnya seraya menambahkan bahwa mereka diberi peluang menjual makanan ringan dan minuman kaleng dari petugas wisata dengan catatan kebersihan menjadi nomor satu. (Ant)

 

 

Lihat juga...