Lulus Kuliah, Presiden Jokowi Daftar Perhutani tak Diterima

YOGYAKARTA – Presiden RI Joko Widodo bernostalgia dengan para sahabat maupun sejumlah mantan dosennya, saat melakukan kunjungan ke Fakultas Kehutanan UGM yang merupakan tempatnya menimba ilmu ketika masih menjadi mahasiswa 37 tahun silam.

Selain bertemu sejumlah sahabat dan kawan seangkatannya yakni angkatan 1980, Jokowi juga bertemu dengan sejumlah dosen salah satunya dosen pembimbing skripsinya. Ia bahkan sempat meminta dosen pembimbingnya yang bernama Kasmujo itu untuk maju dan berbincang dengannya.

“Seingat saya Pak Kasmujo ini dulu galak. Setiap maju (skripsi) selalu dibentak disuruh balik. Tapi sekarang sudah bijak sekali. Tapi tidak tahu yang berubah saya atau Pak Kasmujo,” katanya.

Jokowi lantas menceritakan kisahnya saat masih menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Kayu di Fakultas Kehutanan UGM. Ia mengaku begitu lulus sempat mendaftar kerja sebagai pegawai Perum Perhutani, sebagaimana banyak diinginkan mahasiswa kehutanan saat itu. Namun sayang saat itu ia mengaku tidak diterima.

“Dulu saya juga daftar Perum Perhutani, tapi tidak diterima. Lalu saya bertanya apa saya ini yang bodoh, atau tesnya tidak benar, atau banyak titipan,” ujarnya disambut tawa para hadirin.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sempat mengatakan kebanggaannya pernah menjadi bagian dari kampus UGM. Ia menyebut, UGM merupakan universitas yang telah mengajarkan alumninya mencintai Indonesia, melahirkan para pembela Pancasila, menancapkan jiwa kerakyatan, serta menumbuhkan integritas dan profesionalisme.

“Saya bangga menjadi alumni UGM,” katanya.

Lihat juga...