“Maantak Nasi Sampek”, Gambaran Hidup Pasangan Pengantin

PESISIR SELATAN — Di Minangkabau, hampir di setiap daerahnya memiliki adat yang berbeda, baik dalam hal kebahagian maupun kemalangan. Seperti di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang memiliki adat yang berbeda dalam rangkaian pesta pernikahannnya.

Perbedaan itu, terlihat pada satu adat soal yang disebut nasi sampek (ayam rebus dibungkus nasi ketan yang dihidangkan di atas dulang). Nasi sampek itu tidak dibuat oleh keluarga yang melangsungkan pesta pernikahan, tapi dibuatkan oleh induak bako atau keluarga ayah dari mempelai perempuan.

Lalu, apa makna yang tersimpan pada adat nasi sampek itu bagi pasangan mempelai. Tokoh masyarakat di Sutera, Marlis menjelaskan, adat menyediakan nasi sampek hanya ada di daerah Sutera. Nasi sampek sendiri telah ada cukup lama di Sutera, bahkan ia sendiri tidak mengetahui pasti, bagaimana sejarah adanya nasi sampek.

Terlepas dari soal sejarah nasi sampek. Marlis mengatakan, keberadaan nasi sampek pada rangkaian pesta pernikahan, merupakan salah satu hal yang dibisa dipercayai, sebuah gambaran kehidupan di masa mendatang yang akan dijalani para pasangan yang baru menikah.

Alasan memaknai nasi sampek sebagai gambaran kehidupan pasangan pengantin di masa mendatang, karena ada hal yang perlu dilakukan pasangan pengantin terhadap nasi sampek tersebut.

Seperti yang dikatakan awal tadi, nasi sampek yang merupakan ayam rebus yang dibungkus beras ketan. Nasi sampek ini bukanlah untuk dimakan layaknya kue-kue lainnya. Tapi, nasi sampek itu nantinya akan ditusuk dari sisi dua arah. Arah pertama dari mempelai pria, dan arah yang kedua dari mempelai perempuan.

“Jadi nasi sampek ini diletakan di atas kasur yang telah dihias. Nanti, sebelum ditusuk dengan menggunakan jari, nasi sampek yang berada di atas dulang akan diputar dulu, agar pasangan pengantin tidak mengetahui sisi dari badan ayamnya,” katanya, Minggu (17/12/2017).

Menurutnya, jika pasangan pengantin telah menusuk beras ketan yang berisi ayam itu. Maka badan yang ditusuk itu, memiliki makna tersendiri bagi pasangan pengantin tersebut.

Makna yang dimaksud, yakni dari badan ayam yang terdiri dari kepala, dada, sayap, perut, dan kaki. Apalagi salah satu bagian badan ayam itu ditusuk, maka makna yang bisa disampaikan bagi gambaran kehidupan pasangan mempelai.

Marlis (kanan) saat bersama istri di Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat/Foto: M. Noli Hendra

Seperti, jika mempelai perempuan menusuk dibagian dada mempunyai makna yang selama ini dipercayai, perempuan memiliki karakter orang yang pandai menyimpan atau menabung. Lalu, jika dibagian yang sama ditusuk oleh pria, maka maknanya dia adalah suami yang pandai turut mengatur keuangan keluarga.

Selanjutnya, apabila ditusuk dibagian sayap, hal itu pertanda kehidupan pasangan mempelai akan menjalani hidup merantau, dan meninggalkan kampung halaman dalam hal mencari nafkah keluarga yang mereka jalani.

Lalu, jika ditusuk dibagian kaki ayam. Hal ini pertanda pasangan pengantin akan menjalani kehidupan pekerja keras untuk mempersiapkan kehidupan yang mapan di masa mendatang.

Sedangkan, apabila tertusuk di bagian kepala ayam, hal ini kebanyakan masyarakat Sutera menyebutnya pertanda yang kurang baik. Sebab, kepala ayam pertanda sang suami atau istri merupakan tipe orang yang keras kepala selama menjalani hidup berkeluarga.

Marlis mengatakan, meski sekilas terlihat maantak (menusuk) nasi sampek cuma seperti hal nya biasa. Namun, cukup banyak hal yang dialami oleh pasangan pengantin dalam membangun rumah tangga, terjadi atas bagian-bagian ayam yang ditusuk pada nasi sampek tersebut.

“Ini memang bukanlah harus percayai, karena yang namanya hidup Allah yang mengatur. Tapi, nasi sampek itu, hanya perlu dianggap menjadi gambaran hidup dimasa mendatang dalam menjalani hidup berkeluarga,” ucapnya.

Sampai sekarang, adat atau tradisi dalam maantak nasi sampek pada rangkaian pesta pernikahan masih terus berjalan. Kondisi ini pun sempat menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu kedua mempelai. Karena, penasaran hal apa yang diketahui dalam menjalani kehidupan berkeluarga dimasa-masa yang akan kamu dilalui.

Lihat juga...