Mahasiswa Universitas Brawijaya Temukan Probiotik untuk Unggas

MALANG — Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menemukan probiotik sebagai pengganti antibiotik untuk unggas dan mampu meningkatkan produksi daging serta telur hingga mencapai 11 persen.

Temuan ketiga mahasiswa Fakultas Peternakan UB yang diberi nama ProLAB itu mengantarkan ketiganya meraih Silver Prize di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017 di COEX Convention Center Korea Selatan yang digelar selama empat hari (30 November hingga 3 Desember 2017).

Salah seorang penemu antibiotik tersebut, Mokhammad Fahmi Rizky Syaban di Malang, Jawa Timur, Selasa (19/12) menerangkan pembuatan ProLAB ini dilatarbelakangi oleh maraknya penambahan Antibiotic Growth Promotor (AGP) pada industri unggas yang berdampak negatif.

Sebab, katanya, penggunaan AGP berlebihan dapat meningkatkan resistensi mikroba, mutan bahkan zoonosis. “Dalam proses bekerjanya AGP justru mengurangi jumlah bakteri di dalam usus unggas, baik yang bersifat patogen maupun nonpatogen,” katanya.

Ia menerangkan berkebalikan dengan AGP, penggunaan ProLAB justru bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri nonpatogen, namun mengurangi jumlah bakteri patogen. Selain bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, ProLAB juga bertugas untuk memperbaiki kinerja mikroflora atau mikroba yang ada di saluran usus.

ProLAB yang dibuat dari tepung probiotik dari mikroorganisme/mikroba dipadatkan dalam bentuk mikro kapsul. Dalam proses pemadatannya menggunakan mesin mikrowave agar bakteri yang terkandung di dalam ProLAB terinkubasi dan tidak mati.

Lihat juga...