Mahyuddin: Baguslah Mbak Titiek Maju Ketum Golkar

BALIKPAPAN – Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menyambut baik niat Siti Hediati atau Titiek Soeharto maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa yang akan digelar partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menurut Wakil Ketua MPR tersebut, majunya putri Presiden ke-2 RI Soeharto itu akan memberikan lebih banyak pilihan kepada kader Golkar dalam upaya memilih Ketua Umum pengganti Setya Novanto. “Baguslah Mbak Titiek maju,” kata Mahyudin di sela sosialisasi empat pilar MPR di Balikpapan, Sabtu (9/12/2017).

Menurutnya, para calon Ketua Umum itu memenuhi kriteria mengenai PDLT atau memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tak tercela. Selain itu para calon juga harus memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus, bisa menyatukan semua kelompok yang selama ini mungkin berbeda pandangan.

Wakl Ketua MPR RI, Mahyudin. -Foto: Harun Alrosid

“Semakin banyak alternatif pilihan, tinggal pilih yang terbaik. Paling penting bisa melihat bagaimana cara memenangkan Partai Golkar,” kata mantan Bupati Kutai Timur itu.

Disinggung mengenai waktu dan tempat pelaksanaan Munaslub Mahyudin menyebut hal itu tergantung keputusan rapat pleno. “Kalau melihat situasi sekarang mungkin nggak terlalu lama karena kita akan menghadapi pilkada serentak 2018, yang juga sangat mendesak,” katanya.

Terpisah pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali menempatkan Titiek Soeharto sebagai salah satu dari enam enam tokoh Partai Golkar yang memiliki kualifikasi untuk memulihkan citra buruk partai yang kini terus berkurang elektabilitasnya.

Keenam tokoh tersebut ialah Titiek Soeharto atau Siti Hediati Hariyadi, Airlangga Hartarto, Dedi Mulyadi, Nusron Wahid, Idrus Marham, dan Meutia Hafidz. Keenamnya memiliki orientasi untuk memperbaiki citra partai.

“Selama tiga tahun terakhir, energi Partai Golkar habis diserap oleh dua isu, yakni konflik internal dan isu korupsi. Partai Golkar harus menemukan jalan tol untuk memulihkan citra partai,” kata Denny.

Saat ini isu pergantian Ketua Umum partai Golkar melalui mekanisme Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) telah hangat diperbincangkan. Itu bisa menjadi pintu masuk untuk memperbaiki citra partai. Menurutnya, Partai Golkar memiliki harapan untuk melakukan pemulihan dari citra buruk yang terus mendegradasi elektabilitas partai itu.  “Mereka ini embrio baru Partai Golkar setelah Munaslub. Mereka mewakili Indonesia Barat, Tengah dan Timur,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...