Mantan Pemain Timnas Ikuti Kursus Kepelatihan AFC

TENGGARONG – Sejumlah mantan pemain Tim Nasional Indonesia mengikuti kursus kepelatihan lisensi C AFC yang digelar Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur. Kursus digelar di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kutai Kartanegara, Selasa (12/12/2017).

Mereka yang ambil bagian antara lain Isnan Ali, Leonard Tupamahu, Victor Simon, dan asisten pelatih Mitra Kukar Sukardi Kardok. Keempatnya tampak serius mengikuti program dan materi yang sudah masuk sesi latihan praktik. Para peserta terlihat serius mencerna instruksi dari profesor sepak bola Indonesia, Emral Abus.

Ditemui di sela kursus kepelatihan, Isnan ali mengatakan, kursus ini sangat penting bagi para pemain dan mantan pemain yang ingin melanjutkan karir sebagai pelatih. Isnan yang musim lalu menjadi asisten pelatih tim Liga 2 Martapura FC mengaku senang bisa menimba ilmu dalam pelatihan ini.

“Lisensi ini yang dibutuhkan pelatih. Harus punya lisensi untuk mendampingi tim,” ucapnya.

Mantan pemain timnas Indonesia ini menambahkan, kursus kepelatihan kali ini sangat menantang dan banyak memberi pengetahuan tersendiri bagi para peserta. “Banyak pengalaman yang kita belum tahu, jadi akhirnya tahu. Ini modal pengetahuan kita dan PR (pekerjaan rumah) kita untuk memberikan materi filosofi Indonesian Way. Saya rasa ini menjadi harapan insan sepak bola memajukan pesepakbolaan usia dini,” tambah Isnan.

Sementara itu, Instruktur Pelatih Emral Abus menjelaskan materi yang diberikan selama kursus kepelatihan ini meliputi teknis pelatihan, peraturan permainan dan sport medicine. Satu yang menjadi ciri khas pelatihan ini adalah memperkenalkan sekaligus mengenalkan filosofi sepak bola atau Indonesian Way kepada para peserta.

“Harapannya kurikulum yang kita buat ini, Indonesia Way betul-betul mereka pahami sehingga mereka bisa melahirkan pemain berkualitas usia 18 tahun. Dalam filosofi ini ada tahap kegembiraan (usia 6-9 tahun), pengembangan skill (10-13 tahun), pengembangan permainan (14-17 tahun), dan penampilan (17 tahun ke atas). Ini berdasarkan usia,” tutur Emral.

Kursus ini merupakan program PSSI yang bertujuan meningkatkan kualitas pelatih, yang sasaran selanjutnya para pelatih itu mampu memproduksi pesepak bola berkualitas. Program kursus kepelatihan ini dijadwalkan berakhir pada Sabtu (16/12) dan akan ditutup dengan pemaparan evaluasi para peserta. (Ant)

Lihat juga...