Masari Arifin, Ubah Limbah Plastik jadi Lukisan Unik

MALANG  – Sebuah karya seni lukisan tidak harus melulu dihasilkan dari goresan cat di atas kanvas, tetapi juga bisa tercipta dari bahan yang tak biasa seperti limbah kantong plastik (kresek).

Adalah Masari Arifin, seorang seniman asli Malang yang berhasil menyulap limbah kantong kresek menjadi sebuah karya lukisan yang indah sekaligus unik.

Sejalan dengan hal tersebut, kegelisahan Masari mengenai limbah sangat luar biasa karena dapat berdampak negatif pada lingkungan.

Menurutnya, pemakaian kresek yang tidak tepat akan menimbulkan bahaya yang luar biasa terhadap lingkungan dan makhluk hidup. Hal ini dalam masyarakat tidak terakomodir dengan baik tentang info dan penggunan plastik yang tepat.

“Kegelisahan itu juga yang menjadikan limbah kresek sebagai momok yang menakutkan bagi lingkungan. Tapi ketika limbah tersebut bisa saya akomodir menjadi material seni yang menarik, maka limbah kresek tidak lagi menjadi sesuatu yang negatif tetapi justru menjadi sesuatu yang bernilai positif,” ungkapnya.

Lebih lanjut kepada Cendana News Masari mengaku, ide awal pembuatan lukisan dari kantong kresek diperoleh secara tidak sengaja. Ide tersebut muncul setelah kantong plastik yang ia bawa pada saat itu terkena lilin sehingga membentuk lelehan plastik yang menurutnya indah.

“Pada saat saya membawa tas kresek, ternyata tidak sengaja tertumpah lilin yang mengakibatkan munculnya lelehan berbentuk bercak-bercak yang indah. Dari bercak-bercak itulah yang kemudian menginspirasi saya untuk menuangkannya ke kanvas,” ceritanya beberapa waktu yang lalu.

Lukisan berbahan kresek karya Masari Arifin. Foto: Agus Nurchaliq

Setelah menemukan ide membuat lukisan dari kresek yang tertimpa lilin, kemudian Masari langsung mencoba membakar plastik di atas kanvas tapi ternyata gagal karena tidak semua plastik bisa dibakar sesuai dengan yang ia inginkan.

Akhirnya Masari melakukan riset sekaligus belajar tentang unsur dan sifat plastik itu sendiri. Tentunya dengan uji coba yang sangat rumit karena secara teknis ia menggunakan teknik bakar.

“Selama satu tahun saya melakukan riset untuk mengkaji unsur dan sifat plastik melalui tanya jawab dengan kakak saya yang dulu ada di teknik kimia. Ternyata plastik dibagi menjadi dua yakni yang bersifat mudah hancur dan yang cenderung leleh tapi tidak mudah hancur. Sedangkan yang bisa mengakomodir kebutuhan saya yakni plastik yang mudah meleleh,” ungkapnya.

Melalui riset tersebut, lama-kelaman Masari menemukan unsur, sifat dan teknik yang cocok untuk menuangkan keinginannya membuat lukisan dari kresek ke dalam kanvas, bahkan bisa dijadikan lukisan tiga dimensi dan patung.

“Dalam kurun waktu satu tahun tiga bulan, saya sudah melahirkan 20 karya lukisan berbahan limbah kantong kresek, “sebutnya. Cara pembuatannya yakni plasti-plastik tersebut ditempel terlebih dulu di atas kanvas lalu dibakar.

Disebutkan, sebelum menekuni seni lukis berbahan limbah kresek, Masari kerap melukis mengenai limbah-limbah yang ia foto dan kemudian ditransfer ke kanvas. Selain itu Masari juga sering memanfaatkan limbah untuk menjadi karya kriya.

“Saya mempunyai visi dan keinginan untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan terutama limbah plastik agar bisa dijadikan sebagai penyikapan yang benar dan baik. Minimal bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti kriya atau karya apa pun,” pungkasnya.

Salah satu lukisan berbahan kresek. Foto: Agus Nurchaliq
Lihat juga...