Masih Ada Waktu, Anak Sekolah pun Bisa Berwakaf

JAKARTA – Direktur Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan menjelaskan, tema “Masih Ada Waktu” rupanya cukup mendalam. Salah satu tafsirnya, umur manusia tidak diambil berdasarkan urutan kacang. Umur manusia tidak melihat orang yang sudah tua. Maka meninggalnya belakangan, dibandingkan yang berusia masih muda.

“Masih Ada Waktu adalah juga kontes setiap manusia. Bukan hanya dari sisi umur, tapi juga dari sisi kesempatan kelapangan dan kemudahan memberikan wakaf kepada nazir yang terpercaya,” kata Imam pada acara Indonesia Wakaf Summit 2017.

Menurut Imam, wakaf tidak harus memiliki aset yang besar, anak sekolah pun sudah bisa berwakaf dengan wakaf uang. Guru-guru bisa mengajak orang tua siswa dan anak-anak untuk melakukan gerakan wakaf uang.

“Jadi anak sekolah sudah dibudayakan tabungan wakaf. Tabungan ini dunia akherat. Sehingga dengan tema Masih Ada Waktu kami mengajak semua pihak yang berkepentingan terhadap gerakan berwakaf untuk saling bersinergi,” ungkap Imam.

Pada kesempatan tersebut, Dompet Dhuafa juga meluncurkan Gerakan Sejuta Wakaf. Gerakan ini menurut Ketua Yayasan Dompet Dhuafa adalah untuk memaksimalkan potensi wakaf agar bisa menjadi instrumen pembiayaan alternatif yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

Data Badan Wakaf Indonesia (BWI), sebut Ismail, saat ini setidaknya ada 450 ribu titik lahan wakaf dengan luas 3,3 miliar meter persegi. “Maka, jika demikian adanya, luas wakaf yang tersebar di 366.595 lokasi itu merupakan harta wakaf terbesar di dunia,” kata Ismail.

Namun, Ismail menyayangkan, dari sekian banyak aset wakaf, sebagian besar dimanfaatkan sebagai fasilitas sosial. Padahal menurutnya, wakaf dapat dioptimalkan fungsi dan pemanfaatannya sehingga bisa memberikan keuntungan untuk masyarakat banyak. Terlebih banyak aset yang ada di lokasi strategis sehingga bisa dimaksimalkan nilai ekonominya.

Selain wakaf berupa aset lahan, Indonesia juga memiliki potensi wakaf uang yang juga sangat besar. Berdasarkan perhitungan BWI, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun.

Lihat juga...