Masih Terendam, Lahan Persawahan di Kulonprogo Belum Bisa Ditanami

YOGYAKARTA — Tingginya curah hujan saat ini, diketahui mengakibatkan sejumlah lahan persawahan di Kulonprogo belum bisa ditanami. Hal itu terjadi karena lahan persawahan terendam air akibat debit aliran air irigasi begitu melimpah hingga meluber ke areal persawahan milik petani.

Rusaknya tanggul akibat banjir beberapa waktu lalu, ditambah lebih rendahnya posisi sawah dibanding saluran irigasi memperparah kondisi tersebut. Salah satunya seperti dialami seorang petani Syahroni (45) asal Dusun Sindutan, Temon, Kulonprogo.

Ia menuturkan sekitar 1000 meter lahan persawagan miliknya belum bisa digarap dan ditanam padi, lantaran masih terendam air cukup tinggi.

“Memang jika mau menabam padi, sawah harus digenangi air terlebih dahulu. Setelah surut baru digarap. Tapi masalahnya air tidak bisa surut,” katanya.

Dengan kondisi tergenang seperti itu dikatakan Syahroni, sawah menjadi tidak bisa atau sulit dibajak. Traktor dikatakan tidak mampu membalik tanah akibat terhalang air.

“Sebenarnya ini sudah waktunya ditraktor. Tapi karena air masih belum surut, maka terpaksa menunggu beberapa hari lagi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan petani lainnya, Mitro (67). Ia menyebut ribuan sawah di daerahnya terendam air sejak beberapa hari akibat jebolnya saluran irigasi. Ketinggian air di lahan sawah itu bahkan dikatakan lebih dari 30 sentimeter.

“Sebenarnya sudah dibuat tanggul lagi, tapi karena posisi sawah di sisi selatan dan cukup rendah, maka tetap tergenang bahkan jadi semacam tempat penampungan air,” katanya.

Para petani sendiri mengaku akan mulai menggarap sawah setelah kondisi curah hujan mulai menurun. Mereka hanya bisa menunggu hingga air di lahan persawahan mereka mulai surut. “Nanti biasanya akan surut sendiri,” ujarnya.

Salah seorang petani Mitro- Foto: Jatmika H Kusmargana.
Lihat juga...