Masyarakat Berinisiatif Percantik Danau Waibelen

LARANTUKA — Danau Waibelen atau masyarakat biasa menyebutnya Danau Asmara yang berada di desa Waibao kecamatan Tanjung Bunga kabupaten Flores Timur kini sudah berubah semenjak dipromosikan media.

Peluang ini coba ditangkap masyarakat kampung Riangpuho yang berada sekitar 500 meter dari danau ini. Rumah pohon berada di sisi utara yang pertama dibangun di atas pohon asam dengan ketinggian sekitar 15 meter kini sudah bertambah satu lagi yang dibangun di sebelah timur dekat pintu masuk danau.

Jemmy Paun, anak muda warga desa Riangpuho sebagai penggagas pembangunan rumah pohon mengatakan, rumah pohon awalnya dibangun agar wisatawan bisa memandang keindahan danau Waibelen dari atas.

Untuk mencapai rumah pohon tersebut, Jemmy menyiapkan sebuah tangga dari kayu yang disandar di pohon asam dimana bagian ujung atas kayu tersebut diikat agar tangga tidak bergeser. Satu per satu pengunjung dipersilahkan menaiki tangga tersebut secara bergantian.

“Kami membatasi jumlah pengunjung yang ingin berada di atas rumah pohon maksimal 5 orang sekali naik sebab daya tampung terbatas dan mencegah patahnya kayu yang menjadi lantai rumah pohon ini,” ujarnya.

Anak muda yang berprofesi sebagai guru SMPN Satap Riangpuho ini merasa bersyukur dengan adanya pemberitaan media yang gencar membuat danau Waibelen semakin ramai dikunjungi.

“Untuk menikmati keindahan danau dari atas rumah pohon kami hanya menarik biaya 5 ribu rupiah seorang. Selain itu untuk bersantai di pondok ceruk di danau, menaiki sampan keliling danau serta parkir kendaraan pun hanya dikenakan retribusi yang sama,” ungkapnya.

Jemmy Paun anak muda yang menggagas pembangunan rumah pohon dan berbagai fasilitas untuk mempercantik danau Waibelen. Foto : Ebed de Rosary

Jemmy bertutur, dirinya bernisiatif mengajukan proposal bantuan kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal dan sudah dibantu satu set alat internet yang akan dipasang di danau Waibelen namun hingga saat ini aliran listrik belum melintasi daerah tersebut hingga sementara diletakan di rumahnya.

“Tahun depan rencanya jaringan listrik akan melewati danau ini sehingga alat internet ini akan kami tempatkan di danau agar wisatawan bisa mempergunakannya secara gratis,” bebernya.

Santai di Pondok Ceruk

Selain itu rumah pohon kedua yang berada di sebelah timur dekat pintu masuk menuju danau Waibelen yang dibangun Karolus Suban Koten lebih terlihat unik. Rumah pohon tiga tingkat ini memiliki tinggi sekitar 20 meter.

Rumah pohon yang dibangun di atas pohon Reo yang dipangkas rantingnya dan diikat dengan kayu dan papan ini lebih menantang. Banyak pengunjung yang bernyali lebih memilih mencapai puncak rumah pohon ini.

“Kalau dari lantai tiga pemandangan danau Waibelen lebih jelas terlihat tanpa ada pepohonan yang menghalangi dan banyak pengunjung yang lebih memilih ber swafoto di atasnya,” terang Karolus.

Karolus menyebutkan, dalam sehari dirinya bisa mengantongi uang sebanyak 50 hingga 100 ribu rupiah dan jumlah ini bisa meningkat dua kali lipat bila hari libur atau hari Minggu.

“Karya kami ini masih sederhana dan jauh dari sempurna. Semoga bisa memberi daya pikat kepada wisatawan yang berkunjung ke danau ini dan menambah sensasi dan pengalaman baru bagi wisatawan,” ungkapnya.

Lihat juga...