Mega Proyek Kilang Minyak, Buru SDM Miliki Keahlian

BALIKPAPAN – Tak lama lagi proyek pengembangan (Refinery Development Master Plan) kilang minyak Pertamina di Balikpapan akan berjalan di tahun 2018. Proyek pengerjaan fisik akan dimulai pada Oktober 2018 mendatang, dengan masa pekerjaan selama 3,5 tahun yaitu 2018-2021 dengan perkiraan kebutuhan tenaga kerja mencapai 20-25 ribu pekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi menuturkan, tenaga kerja yang dibutuhkan juga harus memiliki keahlian dan keterampilan sehingga mulai dari sekarang pencari kerja di Balikpapan juga harus bersiap sebelum pembukaan resmi dilaksanakan.

“Paling banyak adalah di bidang piping (perpipaan), instrumen, kelistrikan maupun welder. Tapi welder biasa dengan welder kilang tentu sangat berbeda. Maka manajemen Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia (MP3) Pertamina kerja sama dengan pihak kami yaitu Kementerian Ketenagakerjaan, Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan. Rencananya akan melakukan pelatihan terhadap 5 ribu tenaga kerja,” terangnya Kamis (28/12/2017).

Tirta memastikan dalam mega proyek ini Pertamina akan melibatkan berbagai vendor dan subkontraktor. Mereka harus melaporkan setiap perekrutan dan penerimaan tenaga kerja sehingga mempermudah dalam pendataan jumlah tenaga kerja yang telah terserap.

“Setiap perekrutan dan penerimaan tenaga kerja manajemen harus lapor ke Disnaker agar tercatat jumlah tenaga kerja yang terserap,” kata Tirta.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan ada kesepakatan (MoU) pelatihan terhadap 5 ribu pencari kerja. Mereka dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja dalam proyek pengembangan kilang minyak Pertamina.

“Jika tak meleset dari jadwal, akan dilakukan ground breaking proyek RDMP ini pada 29 Desember 2017,” sebutnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud mengharapkan, penyerapan tenaga kerja pada mega proyek kilang Balikpapan harus memprioritaskan jasa tenaga kerja lokal. Begitu pula dengan kontraktor agar diperlakukan hal yang sama.

“Saya juga menyampaikan kepada kontraktor untuk memprioritaskan tenaga lokal yang ada di Balikpapan. Naker Balikpapan harus menjadi skala prioritas,” tandasnya.

Rahmad menilai, tenaga kerja lokal Balikpapan juga banyak yang memiliki kapasitas yang berkualitas dan siap kerja.

“Saya kira tenaga kerja kita siap, yakin bisa bersaing dengan naker non lokal dan bisa bekerja dengan profesional. Apalagi pemerintah dan beberapa asosiasi pengusaha mendukung,” tambahnya.

Kilang pertamina di Balikpapan. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...