Mendagri: Kerjasama Indonesia-Thailand dalam Tiga Bidang Penting

Editor: Irvan Syafari

46
Mendagri Tjahjo Kumolo saat menghadiri peringatan Hari Nasional Thailand di Hotel The Westin, Jakarta, Selasa (5/12/2017) malam. Foto: Ist/Makmun Hidayat.

JAKARTA — Hubungan kerjasama Indonesia dan Thailand di bidang budaya, politik, dan pertahanan telah terjalin cukup lama. Tidak hanya membangun kedua negara dan Asia Tenggara semata.

Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat menghadiri peringatan Hari Nasional Thailand di Hotel The Westin, Jakarta, Selasa (5/12/2017) malam.

“Thailand dan Indonesia sepakat bersama-sama dengan negara lain, membuat suasana dunia ini semakin tenang, semakin tenteram, semakin demokratis dalam menentukan segala sikap, gelagat perkembangan yang ada,” ujar Mendagri.

Ia menambahkan, kerjasama tidak hanya berkaitan dengan budaya dan politik. Penting juga kerjasama di bidang pertahanan.

“Kami juga mengajak semua negara sahabat, untuk berani menentukan sikap terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia ini, yaitu kita melawan ancaman-ancaman terorisme. Ini harus kita cermati dan waspadai,” tegas Tjahjo.

Sementara itu, Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Pitchayaphant Charnbhumidol menuturkan, Indonesia dan Thailand memiliki hubungan yang dekat dan lama. Indonesia adalah salah satu kelompok negara pertama yang dikunjungi Raja Bhumibol Adulyadej atau raja kesembilan beserta istri pada awal 1960.

“Raja sekarang, Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun atau raja kesepuluh telah mengunjungi Indonesia secara formal pada 1986. Selama 67 tahun untuk ikatan diplomat, hubungan bilateral antara dua negara berkembang dan meningkat,” tandasnya.

Bertepatan dengan memperingati hari ulang tahun mendiang Raja Bhumibol Adulyadej yang dianggap ayah oleh seluruh masyarakat Thailand, itu Pitchayaphant menyebutkan perjuangan Raja Bhumibol Adulyadej yang tidak kenal lelah bekerja untuk memberi manfaat dan kebahagiaan masyarakat Thailand selama 70 tahun.

Raja Bhumibol Adulyadej, lanjut Pitchayaphant adalah orang pertama yang menarik perhatian dunia untuk masalah tanah sebagai tantangan yang penting dalam perkembangan agrikultur nasional dan global serta keamanan makanan.

“Pada 2014, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyadari kontribusi dari beliau dan menentukan tanggal 5 Desember sebagai Hari Tanah Dunia. Hal-hal tersebut adalah alasan beliau dianggap sebagai Bapak Bangsa,” kata Pitchayaphant .

Komentar