Menhub: Bandara Baru, Lima Juta Turis Geruduk Yogya

Editor: Satmoko

95
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, seusai menghadiri Seminar Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya, di Gedung Pascasarjana UGM. Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi meminta, seluruh masyarakat untuk mendukung proses pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Pasalnya, keberadaan bandara baru di Yogyakarta dinilai akan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat. Yogyakarta akan menjadi second destination pariwisata Indonesia dengan sedikitnya 5 juta turis datang ke Yogyakarta setiap tahun.

Harapan Menhub tersebut mengemuka di tengah pro kontra keberadaan bandara baru di Yogyakarta tersebut. Terkait pro kontra yang ada, dirinya mengakui, segera mengumpulkan stake holder terkait guna mencari solusi terbaik, mengatasi persoalan penolakan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, Yogyakarta, yang dilakukan sejumlah pihak.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini masih ada sejumlah warga yang menolak proses relokasi, dengan bertahan tinggal di rumahnya, meski pihak PT Angkasa Pura 1 tengah melakukan pengosongan lahan atau land clearing guna pembangunan bandara baru NYIA di Kulonprogo.

“Saya belum mau berkomentar. Dalam seminggu ini saya akan kumpulkan semua stake holder terkait, untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi masalah,” ujar Menhub seusai menghadiri Seminar Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya di Gedung Pascasarjana UGM, Kamis (7/12/2017).

Menurut Budi Karya Samadi, pihak Kemenhub akan segera memetakan masalah dalam pembangunan bandara baru NYIA di Kulonprogo, termasuk soal penolakan warga. Meskipun ia menilai penolakan warga dalam upaya pembebasan tanah sebagaimana dilakukan warga Temon Kulonprogo itu merupakan hal yang lumrah dan biasa.

“Setiap pembebasan tanah pasti ada pro-kontra. Kita pemerintah juga sudah sangat hati-hati dan saya lihat Permen terkait hal itu juga toleran. Karena sudah ada proses konsinyasi. Proses itu juga sudah dilakukan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Budi juga menjamin proses pengosongan lahan pembangunan NYIA Kulonprogo akan dilakukan secara persuasif. Ia juga mengklaim tidak ada upaya pemerintah untuk melakukan tindakan represif kepada warga terdampak pembangunan bandara baru Kulonprogo.

“Saya coba cari jalan yang terbaik, saya akan minta mereka persuasif, tidak ada cerita mau kasar-kasaran. Saya imbau masyarakat agar membantu membangkitkan Yogya. Kenapa Bali saja bisa Yogya tidak. Saya yakin 99 persen orang Jogja mau ada 5 juta turis datang ke Yogya seperti di Bali. Lalu tumbuh hotel-hotel, kafe, industri, dan sebagainya. Apalagi potensi pariwisata Yogya luar biasa. Kearifan lokalnya banyak. Dengan kapasitas bandara sekarang kan percuma, tidak maksimal,” pungkasnya.

Komentar