Menkop Tegaskan Koperasi Jangan Dipakai Alat Politik

MAUMERE – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil serta Menengah Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga meminta, agar koperasi jangan dijadikan sebagai alat politik karena akan membuat koperasi menjadi tidak sehat dan hancur.

“Koperasi jangan dipakai sebagai alat politik, sebab ketika dipakai sebagai alat politik maka tidak akan berkembang dan pasti hancur. Koperasi tidak bisa memberikan sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi sebuah daerah dan negara ini,” ujar Puspayoga, Selasa (19/12/2017).

Dalam launching penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) milik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas di Maumere, Puspayoga berharap agar koperasi diurus dengan baik supaya bisa memberikan sumbangan yang besar bagi bangsa dan negara.

“Untuk itu jangan jadikan koperasi sebagai alat politik. Koperasi harus diberikan pelatihan manajemen dan sumber daya manusia serta memberikan pembiayaan dengan bunga ringan dimana saat ini bunganya 9 persen dan tahun 2018 menjadi 7 persen per tahun,” tegasnya.

Koperasi juga, tambah Puspayoga, jangan berorientasi kepada besarnya Sisa Hasil Usaha (SHU) tapi berorientasi kepada bunga ringan sebab kalau mengejar SHU besar maka bunga pinjaman pasti besar.

Pemerintah saat ini, terangnya, sedang menyediakan fasilitas pembiayaan bernama Ultra Mikro Indonesia (UMI) dan ada 5 koperasi yang menyalurkan dana ini. Pembiayaan ini diperuntukkan bagi para pelaku usaha yang memiliki kebutuhan pembiayaan di bawah 10 juta rupiah.

“Pelaksanaan program pembiayaan tersebut diinisiasi oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yaitu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) termasuk koperasi sebagai penyalur pembiayaan UMI,” paparnya.

Pembiayaan dengan skema ini diperlukan, terang Puspayoga, agar pelaku usaha mikro memiliki akses keuangan dengan plafon dan bunga yang lebih rendah dibandingkan yang disediakan perbankan. Dengan demikian usaha mikro dapat meningkatkan modal kerja dan meningkatkan kapasitas produksi.

Manajer KSP Kopdit Obor Maumere, Leonardus Frediyanto mengatakan, untuk bisa mendapatkan kepercayaan menyalurkan dana KUR pihaknya melakukan pembenahan dengan membuat sitem yang terkoneksi dengan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.

KSP Kopdit Obor Mas juga, sebut Yanto, sapaannya, telah menyediakan layanan penarikan tunai melalui Ajungan Tunai Mandiri (ATM) yang sementara ini terdapat di kantor pusat Obor Mas serta menambah armada mobil kas keliling yang beroperasi menjangkau masyarakat di desa.

“Dengan adanya perbaikan ini menujukkan komitmen KSP Kopdit Obor Mas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi anggota dan juga untuk menjadikan koperasi sehat serta bisa bersaing di level nasional,” ungkapnya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil serta Menengah RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memberikan bantuan dana pembiayaan KUR bagi kelompok usaha di Sikka. Foto: Ebed de Rosary

 

Lihat juga...