Menpora : Gala Desa Lahirkan Atlet Muda

KARAWANG — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan gala desa yang merupakan kegiatan olahraga di perdesaan dapat melahirkan atlet-atlet muda.

“Masyarakat sangat antusias dengan program yang untuk pertama kalinya digelar ini. Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir atlet-atlet muda di desa-desa,” ujar Menpora usai menutup Gala Desa di Karawang, Jawa Barat, Sabtu.

Program Gala Desa yang baru pertama kali digelar oleh Kemenpora dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tersebut berupaya menyasar masyarakat desa, termasuk wilayah-wilayah terluar dan terdepan Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memiliki budaya olahraga,” katanya.

Gala Desa yang sudah digelar sejak Mei hingga Desember 2017 di 136 kabupaten atau kota mendapat sambutan luar biasa, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

Menurut Menpora, hal terpenting lainnya dari kegiatan Gala Desa adalah munculnya atlet-atlet berbakat dari cabang olahraga yang dipertandingkan. Atlet-atlet ini nantinya akan terus dibina agar memiliki prestasi gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dari desa, para atlet yang berbakat tersebut akan bergerak menuju pentas dunia. Kita sisir dari wilayah desa, wilayah pinggiran dan wilayah terdepan Indonesia untuk dibina supaya mencapai prestasi gemilang,” ujarnya.

Dia juga berharap gelaran Gala Desa mampu menciptakan budaya olahraga di level kelompok masyarakat yang terkecil, yakni di perdesaan atau kelurahan. Dengan demikian indeks kebugaran masyarakat Indonesia yang kurang dari 15 persen pada interval 2016, bisa ditingkatkan secara signifikan pada 2017 menjadi minimal 30 persen.

Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengatakan untuk tahun pertama, Gala Desa digelar di 136 kabupaten dan kota.

“Tahun depan, kami targetkan untuk bertambah jumlah desa yang ikut,” kata Isnanta.

Pemilihan desa, kata dia, didasarkan atas semangat dan kemauan masyarakat yang sangat tinggi untuk berolahraga.

“Meski demikian kami mempertimbangkan desa-desa yang terletak di wilayah terdepan atau terluar sebagai bagian dari kebijakan Presiden Joko Widodo yang membangun dari desa dan daerah pinggiran sekaligus menyehatkan masyarakat dari olahraga,” ucap Isnanta.

Isnanta mengakui bahwa program Gala Desa mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat juga Pemda.

“Sejak program ini dicanangkan pertama kali di Desa Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan berlanjut ke kabupaten dan kota lainya hingga titik akhir di Karawang, Jawa Barat, kami melihat semangat dan gairah masyarakat untuk berolahraga makin tumbuh,” kata Isnanta.

Kemenpora memperkirakan Gala Desa diikuti rata-rata sekitar 1.500 atlet di setiap daerah. Dengan demikian, diperkirakan total atlet yang ambil bagian mencapai 204.000 orang. Jumlah ini jauh dari angka perkiraan yang hanya 100-200 atlet.

Usianya pun bervariasi, mulai dari usia 13 tahun (remaja) hingga usia dewasa dengan kategori atlet umum.

Salah satu kabupaten yang menjadi sorotan karena antusiasme tinggi warganya adalah Temanggung, Jawa Tengah. Tak kurang 20.000 lebih masyarakat, termasuk di dalamnya atlet desa/kelurahan tumpah ruah dalam satu lapangan di Temanggung. Jumlah ini mampu melewati antusiasme tinggi masyarakat dan atlet di Bulukumba, Sulsel, yang mencapai sekitar 15.000 orang.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan mulai tahun ini, Dana Desa bisa digunakan untuk olahraga dan tidak melulu infrastruktur.

“Dana Desa bisa digunakan untuk sarana dan kegiatan olahraga. Dengan demikian, kami berharap di desa-desa tumbuh budaya olahraga,” kata Eko.[Ant]

Lihat juga...