Mensos Harapkan Semangat DR Moestopo Jadi Inspirasi

KEDIRI – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa berharap semangat pahlawan nasional Mayor Jenderal TNI (Purn) Prof DR Moestopo tetap menginsipirasi masyarakat. Pahlawan Nasional tersebut lahir di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

“Kita sudah mengenal perguruan tinggi yang beliau dirikan dan beberapa waktu lalu tim mengomunikasikan dengan Kemensos, bahwa mereka akan membuat patung dan monumen pahlawan nasional dan kebetulan bertepatan hari ini, hibah secara resmi diberikan ke Pemkab Kediri,” kata Mensos dalam acara peresmian monumen Mayor Jenderal TNI (Purn) Prof DR Moestopo di Kediri, Senin (18/12/2017).

Ditambahkan Mensos, untuk menyiapkan proses penganugerahan gelar pahlawan membutuhkan waktu dan proses. Termasuk di dalamnya koordinasi untuk pahlawan perintis kemerdekaan. Jika gelar telah didapat, tentunya keberadaan monumen menjadi satu hal yang cukup penting.

Mensos juga berharap, dengan monumen yang diresmikannya, bisa menebar semangat yang pernah dimiliki oleh Mayor Jenderal TNI (Purn) Prof DR Moestopo ke masyarakat. Yakni semangat untuk membangun jiwa pengorbanan, keteladanan, dan perjuangan. Terlebih lagi, monumen tokoh militer PETA yang juga seorang dokter gigi dan akademisi tersebut dibangun di tempatnya dilahirkan, yaitu Kecamatan Ngadiluwih.

Keberadaan monumen, selain bisa sebagai pengingat tentang jasanya dan sarana edukasi untuk warga, sekaligus juga bisa jadi wisata baru. “Masyarakat bisa lebih mengenal sosok pahlawan nasional ini dari dekat lewat prasasti yang telah tertulis di monumen itu,” tandasnya

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengatakan sosok DR Moestopo selama ini memang telah berjasa. Ia adalah tokoh militer serta tokoh akademisi yang pendidikannya juga tidak ternilai. Ia senang dengan adanya monumen yang dibangun di tempat kelahirannya tersebut.

“Ini suatu kebanggaan, bahwa DR Moestopo menjadi tokoh nasional dan inspirasi sekaligus bisa jadi motivasi generasi muda untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa. Pembangunan tidak hanya wujud penghormatan, tapi juga inspirasi bagi semua untuk meneladani dan meneruskan perjuangan membangun bangsa dan negara,” kata Bupati.

Ketua Pembina Yayasan Universitas Prof DR Moestopo Hermanto mengatakan sebelumnya memang dari yayasan telah komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri, untuk memberikan hibah patung, sebagai upaya megenal jasa almarhum. Lokasi pembangunan juga sengaja di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, sesuai dengan lokasi kelahirannya. (Ant)

Lihat juga...