Mentan: Komoditas Pangan Akhir Tahun, Aman

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa persediaan 11 komoditas pangan mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun.

“Stok cukup untuk komoditas strategis,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Senin. Meski demikian, ada tiga komoditas yang masih impor, yakni kedelai, daging, dan gula.

Secara keseluruhan, harga pangan selama 2017 relatif stabil bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Amran mengatakan pada tahun ini pemerintah berhasil menstabilkan empat komoditas pangan, yakni beras, bawang merah, jagung, dan cabai, tanpa upaya impor. Bahkan, Indonesia mengekspor komoditas jagung dan cabai.

Pihaknya berterima kasih kepada Satgas Pangan atas kinerjanya yang terus mengawasi kestabilan harga dan persediaan bahan pangan di masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Kapolri dan Satgas Pangan karena harga stabil tahun 2017,” katanya.

Pada Senin, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melakukan rapat dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Mabes Polri, Jakarta, untuk membahas upaya menstabilkan harga bahan pokok menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Selain itu, rapat juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, Dirut Bulog Djarot Kusumayakti, dan Deputi BPOM.

Dalam rapat tersebut, juga dilakukan konferensi video dengan seluruh kapolda se-Indonesia dan sejumlah kepala dinas di daerah-daerah.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, terjadi peningkatan permintaan bahan pokok di masyarakat sehingga diperlukan campur tangan pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk menstabilkan dan menjamin ketersediaan harga bahan pokok di masyarakat.

Dari hasil rapat diketahui bahwa kesediaan sembako mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun.

Diakuinya bahwa ada indikasi kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Namun demikian, kenaikan harga tersebut masih bisa diminimalisasi melalui operasi pasar yang dilakukan Bulog dan Satgas Pangan.

Kapolri Tito memperkirakan persoalan pangan kemungkinan terjadi di rantai distribusi.

“Persoalannya didistribusi. Ada potensi macet. Tapi akan kami amankan,” kata dia.

Ia memperingatkan para kartel sembako agar tidak mengambil keuntungan dalam momentum Natal dan Tahun Baru.

“Pemain kartel bahan pokok, hati-hati, kami mengawasi,” katanya.

Hingga saat ini, Satgas Pangan belum menemukan indikasi adanya penimbunan sembako yang dilakukan kartel. (Ant)

Lihat juga...