Mesir Gantung 15 Pemberontak

KAIRO – Mesir menghukum gantung 15 orang pemberontak yang berafiliasi dengan IS. Mereka adalah pemberontak di Sinai yang beberapa waktu lalu melakukan penyerangan dan mengakibatkan korban tewas dari petugas keamanan Sinai.

Eksekusi tersebut menjadi hukuman mati terbesar dalam sehari sejak pemerintahan Presiden Abdel Fattah al-Sisi yang menjabat mulai 2014 lalu. Sumber di kepolisian setempat menyebut, hukuman gantung tersebut terjadi di dua penjara di wilayah utara negara tersebut pada Selasa (26/12/2017).

“Pengadilan militer mengeluarkan hukuman tersebut dan pejabat kementerian dalam negeri melakukan hukuman mati secara bersamaan di penjara Borj al-Arab dan Wadi al-Natroun,” kata sumber tersebut.

Sebagian besar gerilyawan yang dieksekusi tersebut berasal dari daerah Sinai. Mereka dituduh bergabung dengan kelompok keras dan mengambil bagian dalam melaksanakan, merencanakan dan membantu membunuh sejumlah tentara dan polisi di Sinai.

Pendukung IS di Sinai telah melakukan serangan terhadap pasukan keamanan dalam pemberontakan selama bertahun-tahun di Sinai Utara. Tahun lalu, kelompok pemberontak memperluas target serangan yakni kepada orang-orang Kristiani dan warga sipil lainnya.

Serangan terhadap sebuah masjid yang terjadi bulan lalu menewaskan lebih dari 300 orang. Serangan tersebut menjadiu yang paling mematikan dalam sejarah modern Mesir. Serangan tersebut secara luas dikaitkan dengan IS, namun kelompok tersebut tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada masjid tersebut. Tercatat di 2015, enam orang dihukum mati karena membunuh dua tentara saat melakukan serangan di provinsi Qalyubia, Kairo utara. (Ant)

Lihat juga...