Mie Gomak, Spagetinya Batak Toba

LAMPUNG — Suasana Hari Raya Natal 2017 masih sangat terasa bahkan masih akan dilangsungkan hingga 6 Januari 2018 dengan perayaan Epifani atau Hari Raya Penampakan Tuhan. Hal tersebut membuat umat Kristiani masih menghidangkan makanan dan minuman khas menyambut tamu yang berkunjung.

Salah satunya Elizabeth (29), warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan yang memiliki keluarga suku Batak menghidangkan menu khas yang merupakan warisan leluhurnya di Sumatera Utara, mie gomak.

Selain berbagai makanan dan minuman ringan, mie gomak sengaja dihidangkan untuk tetap melestarikan kuliner daerah Batak Toba meski sudah merantau ke negeri orang.

Elizabeth menyebutkan, sebagai keturunan suku Batak Toba, mie gomak warisan tradisi kuliner yang dipelajarinya dari ibunya. Keunikannya, mie Gomak dalam bahasa ibunya berarti diambil dengan tangan karena mie kuning yang disajikan memang berukuran cukup besar dari ukuran mie pada umumnya.

Mie gomak yang memiliki mie kuning dari mie lidi menyerupai spageti Italia sehingga mie gomak menurut Elizabeth kerap disebut sebagai spageti Batak.

Proses pembuatan mie Gomak disebut isteri dari Adiansah (30) tersebut seperti yang dibuatnya sengaja dibuat sebagai mie rebus dengan kuah dan sambal dan kekhasan yang dicampurkan berupa bumbu andaliman.

Andaliman merupakan bumbu khas masakan Batak sehingga dikenal juga sebagai Merica Batak yang memiliki cita rasa khas untuk pembuatan makanan saksang dan bisa diaplikasikan dalam pengolahan mie gomak.

Bahan pembuatan mie gomak disebutnya berupa mie lidi, santan, telur, daun bawang, garam, tomat, jahe, lengkuas sebagai bahan utama dan ditambah beberapa pelengkap berupa labu siam serta sawi, bawang merah, bawang putih serta bumbu andaliman yang dicampurkan dalam sambal dengan sensasinya yang pedas.

Elizabeth siap dihidangkan bagi tamu yang berkunjung ke rumahnya merayakan Natal [Foto: Henk Widi]
Mie lidi yang sudah disiapkan direbus hingga matang lalu ditiriskan, selanjutnya ditambahi dengan bumbu yang sudah diuleg dan semua bumbu halus ditumis lalu dihaluskan dicampurkan dengan telur diaduk dengan rata bersama tambahan bumbu penyedap berupa kecap, garam serta penyedap lain.

Pembuatan mie gomak juga dapat dikreasikan dengan menggunakan bumbu kacang dan tambahan kuah gulai ayam untuk menambah selera. Mie tersebut juga dapat dipadukan dengan lontong dipotong potong.

“Sentuhan terakhir mie gomak disajikan dalam piring lalu disiram dengan kuah gulai ayam lengkap dengan dagingnya dan bagi yang menyukai kerupuk maka kerupuk ikan peletekan asal Lampung bisa dikombinasikan,” terang Elizabeth.

Tri Widarti, salah satu pengunjung yang merayakan Natal dan mencicipi menu mie gomak buatan Elizabeth mengaku mie tersebut nyaris menyerupai mie Aceh namun dengan sensasi bumbu andaliman membuat ia bisa merasakan gurih pedas mie khas Batak tersebut.

Seperti umumnya, mie gomak memiliki sensasi yang berbeda dan cukup mengenyangkan meski dalam porsi kecil karena sajiannya ditambah dengan lontong nasi serta lauk daging ayam dengan gulainya.

“Saya baru pertama kali merasakan mie gomak sensasi rasa bumbu andaliman yang kental memang membuat mie gomak berbeda dengan mie yang pernah saya santap,” ungkap Tri.

Selain sajian mie gomak hidangan lain juga menjadi sajian khas umat Kristiani yang merayakan Natal diantaranya empek empek khas Palembang serta jenis makanan tradisional lain berupa tapai ketan hitam serta makanan makanan ringan lain yang disajikan kepada tamu yang bersilaturahmi dalam suasana Natal.

Lihat juga...